Warung Pempek C'Ida

Warung Pempek C'Ida
Pemilik (Cek Ida) kadang terjun langsung melayani karena ramainya pembeli

Selasa, 01 Januari 2013

Silsilah Kesultanan Plg

Nasab Silsilah Sultan dan para bangsawan Kesultanan Palembang Darussalam



Silsilah wali songo Azmatkhan Al-Husaini ditemukan pertama oleh kalangan ahli nasab Hadhrami yakni sayid Ali bin Ja’far Assegaf pada seorang keturunan bangsawan Palembang. Dalam Kalangan Bangsawan Palembang, data mereka sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur walisongo sebagian masih terjaga pencatatannya sampai sekarang. Bahkan data dari Palembang-lah yangpertama kali dipercayai para ahli nasab karena data di Tanah Jawa kala itu sempat mengalami kesimpangsiuran karena ada versi belum lengkap yang juga beredar.

Bangsawan Palembang menjaga persambungan nasab mereka melalui pemberian gelar yang hanya bisa diwariskan secara lurus dari garis pria (patrineal).

Gelar Kebangsawanan Palembang yang ada
dan jalur2 nasabnya yakni :

Gelar Raden-Raden Ayu dan Masagus-Masayu :
1. Dari jalur keturunan Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidil Iman bin Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean) turunan Sunan Giri Azmatkhan Al-Husaini*1
2. Dari jalur Pangeran Mangkubumi Nembing Kapal bin Raden Santri (Pangeran Purbanegara) yang berasal dari Kesultanan Jambi

Gelar Kemas-Nyimas:
1. Dari jalur keturunan Ki Gede Ing Suro Mudo (Kemas Anom Dipati Jamaluddin) bin Ki Gede Ing Ilir bin Pangeran Sedo Ing Lautan (turunan R. Patah Sultan Alam Al Akbar dari Kesultanan Demak)*2
2. Dari jalur keturunan Kemas Tumenggung Yudapati bin Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean) turunan Sunan Giri Azmatkhan Al-Husaini*1
3. Dari jalur keturunan Tumenggung Nagawangsa Ki Mas Abdul Aziz bin Pangeran Fatahillah Azmatkhan Al-Husaini
4. Dari jalur keturunan Mas Syahid (Amir Hamzah) bin Sunan Kudus (Ja'far As Shadiq) Azmatkhan Al-Husaini
5. Dari jalur keturunan Mas H. Talang Pati dan Mas H. Abdullah Kewiran bin Pangeran Santri (Sunan Ngadilangu) bin Raden Umar Said (Sunan Muria) bin Raden Joko Said (Abdussyahid/Sunan Kalijaga)

Gelar Kiagus-Nyayu :
1. Dari jalur keturunan Kemas Tumenggung Yudapati bin Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean) turunan Sunan Giri Azmatkhan Al-Husaini*1
2. Dari jalur keturunan Ki Bagus Abdurrohman bin Pangeran Fatahillah Azmatkhan Al-Husaini
3. Dari jalur keturunan Kiagus Yahya bin Pangeran Purbaya bin Raden Sutawijaya Panembahan Senopati Ing Alaga
4. Dari jalur keturunan Tuan Faqih Jalaluddin Azmatkhan Al-Husaini*3

Rincian Nasab *1:
Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Muhammad Ali Sedo Ing Pasarean) bin
Tumenggung Manco Negaro (Maulana Fadlullah) bin
Pangeran Adipati Sumedang (Maulana Abdullah) bin
Pangeran Wiro Kesumo Cirebon (Ali Kusumowiro/Muhammad Ali Nurdin/Sunan Sedo Ing Margi) bin
Sunan Dalem Wetan (Zainal Abidin) bin
Sunan Giri / Muhammad 'Ainul Yaqin

Rincian Nasab*2 :
Ki Gede Ing Suro Mudo (Kemas Anom Dipati Jamaluddin) bin
Ki Gede Ing Ilir bin
Pangeran Sedo Ing Lautan bin
Pangeran Surabaya bin
Pangeran Kediri bin
Panembahan Perwata (beribukan Ratu Pembayun binti Sunan Kalijaga + Dewi Sarokah binti Sunan Gunung Jati) bin
Sultan Trenggana (beribukan Dewi Murtasimah binti Sunan Ampel) bin
Raden Patah

Rincian Nasab*3 :
Tuan Syekh Faqih Jalaluddin bin
Mas Raden Kamaluddin Jamaluddin bin
Mas Raden Fadhil bin
Pangeran Panembahan Muhammad Mansyur bin
Kyai Gusti Dewa Agung Krama bin
Sunan Kerta Sari bin
Sunan Lembayun bin
Sunan Krama Dewa bin
Sembahan Dewa Agung Fadhil bin
Sayyid Sembahan Dewa Agung bin
Sayyid Husain Jamaluddin Akbar Azmatkhan Al-Husaini

Catatan:

1. Fatahillah (bin Ibrahim bin Abdul Ghafur bin Barakat Zainal Alam bin Husein Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin),

2. Sunan Giri (bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Zainuddin Akbar bin Husein Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin),

3. Sunan Kudus (bin Usman Haji bin Raden Santri Fadhal Ali Al-Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Akbar bin Husein Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin)

4. Sunan Gunung Jati (bin Abdullah bin Ali Nurul Alam bin Husein Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin),

5. Sunan Ampel (bin Ibrahim Zainuddin Akbar bin Husein Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin),

6. Sunan Krama Dewa (bin Sembahan Dewa Agung Fadhil bin Sayyid Sembahan Dewa Agung bin Husain Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin)

7. Sunan Ngadilangu bin Sunan Muria bin Sunan Kalijaga bin Tumenggung Wilatikta (Ahmad) bin Mansur bin Ali Nurrudin bin Ahmad Jalaluddin Azmatkhan Al-Husaini (salah satu versi nasab menurut Kitab Syamsud Dhahirah, Karya Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, kitab nasab rujukan Rabitah Alawiyyah)


Silsilah kesultanan Palembang

http://timordotx.blogspot.com/2010/09/nasab-silsilah-sultan-dan-para.html




GELAR KEBANGSAWANAN PALEMBANG



Suku Palembang merupakan sisa-sisa kerabat bangsawan Kesultanan Palembang, di mana kerajaan ini telah lama dihapuskan oleh kolonialis Belanda. Raja yang terkenal karena kegigihannya berperang melawan Belanda adalah Sultan Mahmud Badaruddin II. Yang namanya diabadikan sebagai nama Bandar Udara (Airport) Palembang yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II. Bandar Udara di Palembang ini sebelumnya bernama Talang Betutu yang diambil dari nama lokasi keberadaan Bandar Udara tersebut.Kalau Anda pernah mendengar gelar-gelar kasta di Bali: Anak Agung, I Gusti, I Made, I Gde Putu, I Ketut, dll. Maka untuk suku Palembang juga menganut gelar kebangsawanan/kasta semacam itu.Jika Anda pernah menemui nama orang Palembang didepan namanya ada kata-kata singkatan seperti Mgs itu merupakan singkatan dari Masagus.Pemakaian gelar di depan nama orang seperti; Raden (R), Kemas (Kms), Kiagus (Kgs), Masagus (Mgs, Nyimas (Nys), Masayu (Msy) adalah tanda yang paling mudah untuk mengidentifikasi bahwa orang tersebut merupakan suku Palembang..Di dalam kekerabatan Kesultanan Palembang itu, ada hierarki atau kasta yang membedakan pemakaian gelar kebangsawan itu. Adapun urutannya dari yang paling tinggi ke yang paling rendah adalah sebagai berikut:


1. Raden (R),untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuannya diberi gelar Raden Ayu (RA). Misalnya R. M. Syafwan Hadi, RA. Nurkhairani, dst.
2. Masagus (Mgs), untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuannya diberi gelar Masayu (Msy). Misalnya Mgs. Usman Said, Msy. Latifah.
3. Kemas (Kms) untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuannya diberi gelar Nyimas (Nys). Misalnya Kemas Ahmad Taufik, Nys. Hamidah Hamidaly.
4. Kiagus (Kgs) untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuannya diberi gelar Nyayu (Nyayu). Misalnya Kgs. Umaruddin, Nyayu Nurlelal.

Untuk anak laki-laki, gelar kebangsawanannya akan terus ia sandang sampai turun temurun kepada anak cucu cicit dst. Sedangkan bagi anak perempuan, maka gelar kebangsawanannya itu hanya sampai pada dirinya saja. Bila ia menikah dengan laki-laki bergelar Mgs, otomatis semua anak laki-lakinya akan menyandang gelar Mgs, sedang anak perempuannya akan bergelar Msy. Sedangkan bila ia menikah dengan laki-laki di luar silsilah kebangsawanan tersebut, maka secara otomatis anak dan cucunya akan kehilangan gelar bangsawan tersebut.




                   Nasab Keluarga Besar Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam

Cerita ini bermula ketika ada seorang ahli nasab dari kalangan Hadhrami, yakni yang bernama Sayyid Ali bin Ja’far Assegaf, mengadakan cacah jiwa pertama kali pada tahun 1932 dari daerah ke daerah. Pada perjalanannya tersebut, beliau menemukan silsilah pada seorang keturunan bangsawan Palembang yang membuktikan keterkaitan antara bangsawan Kesultanan Palembang Darussalam dengan Rasulullah Muhammad SAW. Sebagian catatan tersebut kini tersimpan pada lembaga Naqobatul Asyraaf, namum tak banyak dari kalangan keturunan bangsawan Palembang Darussalam yang tahu.

Memang sudah menjadi suatu kebiasaan pada keluarga keturunan bangsawan Palembang Darussalam untuk mencatatkan silsilah keluarga mereka dan mewariskannya dari generasi ke generasi. Hanya saja kebiasaan tersebut mulai berkurang di masa sekarang ini, dan hanya sebagian kecil saja yang masih peduli dengan silsilah keluarganya bahkan lembaran-lembaran naskah silsilah keluarganya sudah banyak yang rusak atau hilang entah kemana.

Oleh karena itu, berawal dari rasa kepedulian tentang sejarah keluarga zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, saya dibantu dengan beberapa kerabat mulai melakukan pengumpulan naskah-naskah silsilah tersebut agar dapat didata serta diperbaharui catatannya.

Berikut adalah beberapa kumpulan catatan yang telah kami temukan, yang dapat menjelaskan hubungan antara keluarga bangsawan Palembang Darussalam dengan Rasulullah Muhammad SAW:

Gelar Raden-Raden Ayu dan Masagus-Masayu :
1. Dari jalur keturunan Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidil Iman bin Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean) turunan Sunan Giri Azmatkhan Al-Husaini*1
2. Dari jalur Pangeran Mangkubumi Nembing Kapal yang bersambung nasabnya kepada Sultan Jambi yang bermarga As Saqaaf / Assegaf

Gelar Kemas-Nyimas:
1. Dari jalur keturunan Ki Gede Ing Suro Mudo (Kemas Anom Dipati Jamaluddin) bin Ki Gede Ing Ilir bin Pangeran Sedo Ing Lautan (dengan tautan ke Sunan Gunung Jati & Sunan Ampel)*2
2. Dari jalur keturunan Kemas Tumenggung Yudapati bin Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean) turunan Sunan Giri Azmatkhan Al-Husaini*1
3. Dari jalur keturunan Tumenggung Nagawangsa Ki Mas Abdul Aziz bin Pangeran Fatahillah Azmatkhan Al-Husaini
4. Dari jalur keturunan Panembahan Palembang Kemas Syahid bin Sunan Kudus (Ja’far As Shadiq) Azmatkhan Al-Husaini

Gelar Kiagus-Nyayu :
1. Dari jalur keturunan Kemas Tumenggung Yudapati bin Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean) turunan Sunan Giri Azmatkhan Al-Husaini*1
2. Dari jalur keturunan Ki Bagus Abdurrohman bin Pangeran Fatahillah Azmatkhan Al-Husaini
3.Dari jalur keturunan Tuan Faqih Jalaluddin Azmatkhan Al-Husaini*3
 
 
Y A Y A S A N
KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM
SEKRETARIAT JL. DEPATEN BARU No.218 - 28 ILIR PALEMBANG ( 300142 )

ASAL - USUL

KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM.


Asal - usul Kesultanan Palembang Darussalam yang kami ambil dari tulisan salah seorang zuriat, yang bertulisan huruf Arab dengan penguraiannya adalah sebagai berikut :

Telah diriwayatkan bahwa adalah beberapa Raja yang bergelar Ratu ditanah Jawa itu, yaitu didalam negeri Pejajaran, hingga sampai tujuh kali berganti - ganti bergelar Ratu, maka berpindah kepada negeri Majapahit, maka bersalingelar Ratu itu dengan gelar PRABU BRAWIJAYA, hingga sampai tujuh kali bergelar PRABU BRAWIJAYA, bersalin gelar yang demikian itu dengan gelar SULTAN, dan bermula masuk Islam dari pada mereka itu, yaitu PRABU BRAWJAYA yang ke V. SAHDAN PRABU BRAWIJAYA yang ke VII ialah yang kesudah-sudahan bergelar PRABU BRAWIJAYA yaitu yang mempunyai anak yang dinamakan ARYA DAMAR ( ARYA DILAH ) yang dirajakan di Palembang. Kelakian PRABU BRAWIJAYA ke VII. itu beristeri pula anak Raja dari negeri Cina dan tatkala sampai hamil tujuh bulan anak Raja dari negeri Cina itu, maka ia pun dikirimkan oleh PRABU BRAWIJAYA kepada ARYA DAMAR ( ARYA DILAH ) di Palembang, sebab isteri yang tua sangat benci kapadanya, maka beranaklah ia di Palembang seorang anak laki - laki, kemudian anak serta ibunya itu pulang ke tanah Jawa, dan anak itulah yang bergelar "PENEMBAHAN PALEMBANG"

dan dialah yang menjadi menantu SUHUNAN AMPEL DINTA, dan ialah yang mengerasi kerajaan ayahnya PRABU BRAWIJAYA, dan apabila telah jatuhnya kerajaan PRABU BRAWIJAYA, maka iapun bergelar SULTAN DEMAK, dan manakala wafat SULTAN DEMAK itu maka diganti oleh Putranya diatas kerajaan, maka manakala wafat SULTAN DEMAK yang ke II, itu maka ia diganti oleh mantunya SULTAN PAJANG, manakala wafat SULTAN PAJANG, maka diganti anaknya empat puluh hari lamanya diatas kerajaan iapun wafat, maka diganti cucunya, tujuh hari didalam kerajaan iapun wafat, maka diganti oleh menantu SULTAN PAJANG yang bergelar " PENEMBAHAN SENOPATI ".

Diriwayatkan bahwa PENEMBAHAN PALEMBANG (SULTAN DEMAK ke I) beranakkan SULTAN DEMAK ke II.---- Memberanakan PENEMBAHAN PERAWATA -----memberanakan PENEMBAHAN KEDIRI ------ memberanakan PANGERAN SURABAYA -- memberanakan PANGERAN SIDING LAUTAN.



KIAI GEDING SIDING LAUTAN

Telah diriwayatkan bahwa adalah KIAI GEDING SIDING LAUTAN, tatkala kembali ia menghadap SULTAN DEMAK itu, karam perahunya dilaut dan wafatnya ia pada ketika itu, dan ia meninggalkan anak, serta isterinya anak KIAI GEDING MALUKU enam orang bilangannya, yaitu :

1). NYAI GEDEH PINATIH.

2). KIAI GEDING SURO TUO

3). SANGAJI KIDUL

4). NYAI GEDIH KARANG TENGAH.

5). KIAI ARYA KEBON JADI

6). NYAI GEDIH ILIR yang bersuami KIAI GEDING ILIR, yaitu dari pada anak Raja - raja negeri Surabaya




KIAI GEDING SURO MUDO
(ADI PATI ING SURO atau KIMAS ANOM)

Diriwayatkan adalah bahwa KIMAS ANOM Putera KIAI GEDING ILIR yang beristeri NYAI GEDING ILIR, KIMAS ANOM itu diambil anak oleh KIAI GEDING SURO TUO, dan ia bergelar ADIPATI INGSURO kemudian bersalin gelar KIAI GEDING SURO MUDO. beristeri puteri saudara KIAI ADIPATI INGLAGO, maka beranak tujuh orang, pertama :

1). NYAI GEDIH PEMBAYUN
2). KIMAS ADIPATI, yang beranakkan dua perempuan , satu laki-laki
3). RATU MAS ADIPATI ibu SULTAN AGUNG JAMBI
4). KIMAS KAJUNGAN tidak beranak
5). PANGERAN MADIANG SOKO, beranak dua orang perempuan
6). PANGERAN MADIA ALIT (KETIB ABANG), beranak dua orang perempuan
7). PANGERAN SIDING PURO, beranak satu orang perempuan.-------------

Telah diriwayatkan telah berpindahnya beberapa orang anak Raja-raja dari tanah Jawa ke Palembang, yaitu dengan sebab terjadinya huru hara SULTAN PAJANG hendak menyerang Demak. Dan adalah yang bermula menjadi Raja di Palembang dari pada mereka itu, yaitu KIAI GEDING SURO TUO, anak KIAI GEDING SIDING LAUTAN, dan manakalah wafat KIAI GEDING SURO TUO itu maka diganti oleh KIAI GEDING SURO MUDO anak KIAI GEDING ILIR, dan adalah pada ketika itu semua anak Raja-raja yang berpindah dari tanah Jawa itu kenegeri Palembang yaitu empat likur bilangannya.
5


SULTAN SUSUHUNAN ABDUL RACHMAN
( HALIFATUL MU'MININ SAYIDUL IMAN )
KIAI MAS ENDI , PANGERAN ARIO KESUMO ABDURROHIM

SULTAN ABDURRAHMAN adalah bermula permulaan yang bergelar Sultan dari pada segala yang asal dari pada mereka itu dari beberapa anak Raja-raja yang berpindah dari tanah Jawa ke Palembang yaitu SULTAN SUSUHUNAN ABDUL RACHMAN anak PANGERAN SIDING PESARIAN, dan tatkala adalah ia pada masa dahulu daripada sebelum wafatnya setahun digelarnyalah akan dia Suhunan dan turunlah ia dari atas kerajaan, maka dinaikannya anaknya SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR diatas kerajaan, adalah SULTAN ABDUL RACHMAN bergelar SUSUHUNAN itu, pada masa SULTAN SULAIMAN anak SULTAN IBRAHIM KHON menjadi raja dinegeri Istambul, dan pada masa JOHN STIKER Gubernur Jenderal memerintah di negeri Betawi / Jakarta sekarang, pada masa itulah Jenderal permulaan perdamaian antara Compegni dengan kerajaan Palembang.

Putra - Putri SULTAN SUSUHUNAN ABDUL RACHMAN
Dari isterinya RATU AGUNG anak KIMAS MARTA YUDA bin KIMAS MARTA YUDA TUA dengan isterinya NYIMAS MARTA YUDA anak PANGERAN MARTA ALIT bin PANGERAN KIAI GEDING SURO MUDO beranakan (8) delapan orang , yaitu ;

1 PANGERAN ADIPATI
2). SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA
3). RADEN NAYU DIPO KESUMO
4). PANGERAN TEMENGGUNG
5). RADEN NAYU ADIA NINGRAT
6). RADEN NAYU KESUMO
7). RADEN KESUMO BERATA
8). SULTAN QOMARUDDIN, yang digelar akan ia SULTAN AGUNG QOMARUDDIN.

Putera puteri SUHUNAN ABDUL RACHMAN yang lain dari isteri RATU AGUNG;

1). RADEN SURYA DILAGO yang bergelar PENEMBAHAN
2). RADEN SUBAKTI yang bergelar PENGERAN SURYO WIKRAMA,
3). RADEN NAYU NUSANTARA
4). RADEN WIRANTARA yang bergelar PANGERAN CAKRA KESUMO
5). RADEN SUWILA,
6). RADEN SUKARTA,
7). RADEN GANTIAN,
8). RADEN KURIPAN,
9). MASAYU ASTERA WIJAYA,
10). MASAYU SURA WIJAYA,
11). MASAYU SUTO KESUMO,
12). MASAYU WIYATI,
13). MASAYU UBAT,
14). MASAYU IROWATI,
15). MASAYU JANAKI.

jumlah 23 orang adanya.




MASA PEMERINTAHAN RAJA - RAJA atau SULTAN-SULTAN DI PALEMBANG

Tareh menjadi Raja KIAI GEDING SURO MUDO ( KIAI MAS ANOM ADIPATI ING SURO ) anak KIAI GEDING ILIR pada tahun 981- 998 Hijrah atau 1573 - 1590 M.

Tareh dinaikkan keatas kerajaan KIMAS ADIPATI oleh ayahnya KIAI GEDING SURO MUDO, tahun 998 - 1003 .H atau 1590 - 1595 M . bersamaan lima tahun beliau wafat.

Tareh menjadi Raja PANGERAN MADIANG SOKO, tahun 1003 - 1038 .H atau 1595 - 1629 . bersamaan tahun M tiga puluh lima tahun beliaupun wafat,

Tareh menjadi Raja PANGERAN MADIA ALIT ( KETIB ABANG ) tahun 1038 - 1039 .H atau 1629 - 1630 M. satu tahun beliau wafat.

Menjadi Raja PANGERAN SIDING PURO pada tahun 1039 - 1049 H atau 1630 - 1639 M

Tareh menjadi Raja PANGERAN SIDING KENAYAN putera KIMAS ADIPATI pada tahun 1049 - 1061 H atau 1639 - 1650 M. dua belas tahun beliau wafat, bermakam di Saboking-king.

Tareh menjadi Raja PANGERAN RATU MANGKURAT anak PANGERAN / KIAI TEMENGGUNG MANCA NEGARA tahun 1061.H.--Md. tujuh bulan beliau wafat, bermakam di Palembang lamo, dan kemudian dari pada itu bergelar PANGERAN SIDING PESARIAN.

Tareh menjadi Raja PANGERAN RATU Putera PANGERAN SIDING PESARIAN tahun 1062.H.-- Md. tujuh tahun beliaupun wafat, ialah yang bergelar kemudian dari pada wafatnya PANGERAN SIDING REJEK, bermakam di Sako tiga.


Tareh menjadi Sultan Palembang , SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN Putera PANGERAN SIDING PESARIAN pada tahun 1069 - 1118 .H.atau 1659 - 1706 M , sebelum wafat mengangkat putranya menjadi Sultan Palembang dan beliau wafat pada tahun 1119.H.-- Md. bermakam di Candi Walang Palembang .

Tareh dinaikan kekerajaan SULTAN MUHAMMAD MANSYUR oleh ayahnya SUHUNAN ABDUL RACHMAN pada tahun 1118.- 1126 H atau 1706 - 1714 M dua puluh delapan tahun beliau wafat, bermakam di Kebon Gedeh Palembang

Tareh menjadi Sultan Palembang , SULTAN QOMARUDDIN Putera SUHUNAN ABDUL RACHMAN pada tahun 1126.H.-- Md. sepuluh tahun beliau pun wafat, bermakam di Palembang lama, SULTAN QOMARUDDIN bergelar SULTAN AGUNG, saudara SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR seibu seayah maka diganti oleh SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA . diatas tahta kerajaan. Palembang Darussalam

Adapun SULTAN ANOM ALIMUDDIN bergelar SULTAN MAKA, yaitu pada tahun 1113.H.-- Md.tetapi hanya namanya Sultan, kemudian iapun berpindah-pindah kedusun-dusun yang masih pegang -an kerajaan Palembang, wafat tahun 1148.H.-- Md. bermakam di Kebon Gedeh Palembang , dan adalah ia kakanda SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA . yang seibu seayah.

Tareh menjadi Sultan Palembang , SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. pada tahun 1136 - 1171 .H atau bersamaan tahun 1724 - 1758 Md. tiga puluh empat tahun ia wafat dan dimakamkan di Lemabang ( Kawah Tekurep ) Palembang.

Tareh menjadi Sultan Palembang , SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN tahun 1171 - 1190 H. bersamaan tahun 1758 - 1776 Md. dua puluh tahun ia wafat dan istana pemakamannya di Lemabang.

9


Tareh menjadi Sultan Palembang , SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN tahun 1190 - 1218 H atau . bersamaan tahun 1776 - 1803 Md. dua puluh dua tahun ia wafat, istana pemakamannya di Lemabang Palembang.

Tareh menjadi Sultan Palembang , SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) . pada hari Selasa 22 Zulhijjah 1218.H. bersamaan tahun 1803 Md.dan hari Rabo tanggal 4 Syawal 1236 M bersamaan 3 Juli 1821 M diasingkan ke Ternate dan wafat di Ternate pagi hari Jum'at bulan Syafar 1269 H atau 26 Nopember 1852 M bersamaan adalah baginya umur didalam dunia 87 tahun, 7 bulan, 13 hari, 7 jam, huwalla hu a'lam. adalah tengah hari dan tengah malamnya didalam negeri Ternate itu terdahulu dari Palembang satu jam lima puluh delapan menit (1,58), jikalau ditakdirkan wafat Seri Paduka Palembang niscaya adalah wafatnya jam 4. pagi Jum'at. tempat pemakamannya di Badarat kampung Makasar Ternate .

Dizohirkan ( dilahirkan )Seri Paduka SULTAN MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) bin SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN didalam negeri Palembang pada malam ahad awal bulan Rejab jam 9 ( sembilan ), tahun 1181.H. bersamaan tahun 1767 M



PENGANGKATAN RADEN HASAN PANGERAN RATU menjadi Sultan Palembang dengan gelar SULTAN MAHMUD BADARUDDIN

Pada tahun 1218 hari Isnen tanggal 22 Zulhijjah jam 10 bersamaan tahun 4 April 1804. Telah berpulang ke Rachmatullah SRI PADUKA SULTAN MUHAMMAD BAHAUDDIN bin SULTAN SUSUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN.

Pada hari itu juga berkumpul jam tiga sekalian peryai-peryai menteri-menteri yang dikepalai oleh PENEMBAHAN TUO , pada masa itu ia bergelar PANGERAN ARYA,
dan PANGERAN DIPO yang dikala itu bergelar PANGERAN ADIA MENGGALA.
PANGERAN ADIPATI HAMIM tempo itu bergelar PANGERAN ADIA KESUMO.
PANGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, masih bergelar PANGERAN NATO KESUMO,
PANGERAN NATA DIRATJAH lagi bergelar PANGERAN WIRO DIRATJAH,
PANGERAN KERAMA JAYA ( PANGERAN PERDANA MENTERI RADEN ABDUL AZIM ). dan
PANGERAN PENGHULU ABUSAMAH

dan lain-lain kesemua-nya itu berhimpun di Pesaben mengadakan sidang/bermusyawarah untuk memilih siapa yang akan menggantikan SULTAN yang wafat. dikala itu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN . masih bergelar PANGERAN RATU / RADEN HASAN.Didalam sidang tersebut sekaliannya telah mufakat memilih RADEN HASAN PANGERAN RATU untuk diangkat menjadi pengganti Sultan yang wafat. Dikala itu "SULTAN MACHMUD BADARUDDIN " setela itu masuklah PANGERAN ARYA dan PANGERAN SURYA menjemput PANGERAN RATU masuk ke Pesaben.



RADEN HASAN PANGERAN RATU keluar ke Pesaben diiring-kan oleh sekalian saudaranya dengan air mata yang tidak berkeputusan, apabila telah sampai ke Pesaben, PANGERAN ARYA mengumumkan kepada orang banyak mengatakan bahwa PANGERAN RATU RADEN HASAN dinobatkan menggantikan Sultan yang telah wafat dengan gelar "SULTAN MACHMUD BADARUDDIN" dan puteranya RADEN CIK digelar dengan PANGERAN RATU, ialah PRABU TANAYU. Kemudian maka SRI PADUKA SULTAN MACHMUD BADARUDDIN bertitah pula menggelarkan saudara-saudaranya, yaitu :

1). PANGERAN ADIA MENGGALA ( SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN ) dengan gelar "PANGERAN ADIPATI " .
2). PANGERAN ADIA KESUMO ( PANGERAN ADIPATI HAMIM ) digelar "PANGERAN ADIPATI KESUMO".
3). PANGERAN NATO KESUMO (ADIPATI ABDUL RACHMAN ) digelar "PANGERAN SURYO KESUMO"

Setelah itu PANGERAN ARYO KESUMO berdiri pula meng-umumkan kepada halayak bahwa PANGERAN WIRO DIRATJAH dengan Gelar PANGERAN NATA DIRATJAH.

Setelah selesai dari padanya itu, maka sekaliannya pun pulanglah ketempatnya masing-masing, dan SRI SULTAN MACHMUD BADARUDDIN serta saudara - saudaranya kembali kedalam benteng / kota , begitupun sekalian Menteri, Penggawo, serta rakyat semuanya, tetapi masih ada yang dipesaben dan di pintu-pintu kota.


Setelah keesokan harinya memakamkan Sultan yang wafat ke pemakamam Almarhum di lemabang, selesai dari pemakamam tersebut maka tetaplah SULTAN MACHMUD BADARUDDIN diatas tahta Kerajaan Palembang. Kemudian dari itu diadakan suatu sidang yang dihadiri oleh sekalian penggawa Menteri, Peryai, Sata-sata, Kepala dusun, semuanya milir menyampaikan janji menurut adat masing-masing.
MATERAI
( Stempel )
SRI SULTAN SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN
( RADEN HASAN PENGERAN RATU )










KHOLIFATUL MUKMININ SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN IBNU SULTAN MUHAMMAD BAHAUDDIN
FI BILADI PALEMBANG DARUSSALAM

Catatan : Materai ( Stempel ) berada pada Drs. RADEN MUHAMMAD SJAFEI DIRADJA SH bin RADEN HAJI ABDUL HAMID bin RADEN HAJI SJARIF bin RADEN HAJI ABDUL HABIB bin PANGERAN HAJI PRABU DIRATDJAH ABDULLAH bin SULTAN SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN.






13


Ibunya SULTAN RATU MACHMUD BADARUDDIN adalah RATU AGUNG binti DATUK MARNIE bin ABDULLAH ALHADADIE.-Adalah SULTAN RATU MAHMUD BADARUDDIN itu 9 (sembilan) orang bersaudara yang seibu seayah, Yaitu :

1). RADEN NAYU PURBO NEGARA.
2). RADEN NAYU MANGKU NEGARA HAMIDAH
3). RADEN NAYU WIKRAMA HASYIAH
4). RADEN HASAN PENGERAN RATU SULTAN SUSUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN
5). RADEN HUSIN SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN
6). RADEN NAYU WIKRAMA BARIAH
7). RADEN MUHAMMAD HANAFIAH
8). PENGERAN PENEMBAHAN BUPATI HAMIM
9). PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN
semua mereka di zohirkan didalam negeri Palembang.


Diriwayatkan adalah permulaan perjanjian perdamaian antara V.O.C dengan Kerajaan Palembang dalam tahun Belanda 1662. kemudian diperbaharui pada tahun 1678. kemudian diperbaharui tahun 1679. maka diperbaharui lagi pada tahun 1681. maka diperbaharui pula pada tahun 1691. pada bulan Janwai tanggal 11 yaitu lima kali didalam masa SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN diatas tahta kerajaan.
Kemudian diperbaharui pula pada tahun 1722. sesama SULTAN AGUNG QOMARUDDIN diatas tahta kerajaan, dan adalah yang menjadi PENGERAN RATU ketika itu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. maka adalah setengah dari pada perjanjian yang tersebut berdamai dan bersahabat selama - lamanya antara kerajaan Belanda dengan Raja-raja Palembang hingga turun temurun dengan tidak berobah. Kemudian diperbaharui pula pada bulan 10 September 1755.

Pada masa SULTAN MACHMUD BADARUDDIN diatas tahta kerajaan hanya yang hilang dari segala perjanjian pada ketika itu yaitu :

Banyaknya lada tidak ditentukan dua laksa pikul, dan ditetapkan dalam perjanjian sekalian timah Bangka, tidak boleh dijual pada lain bangsa selain dari pada bangsa Belanda yang menerimanya. dalam satu kali musim 3000 ( tiga ribu ) pikul setiap musim. oleh Belanda dibeli tiap - tiap satu pikul timah dengan harga 10 Real Tua. kalau Belanda terima di Betawi / Jakarta dibayar 15 Rial Tua.

Bermula perdamaian kerajaan Palembang antara SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN dan JOHN SETIKER Belanda pada tahun 1662 sampai lima kali di perbaharui.



15


Tahun 1150 hari Isnen tanggal 6 Jemadil akhir, pada masa itulah SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA bin SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA membuat kuto Batu / Benteng didalam kota Palembang bersamaan tahun 1737.

Tahun 1151 hari Isnin akhir bulan Jumadil awal SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA membuat mesjid didalam kota Palembang bersamaan tahun 1738.

Tahun 1171 hari Sabtu tanggal 4 Muharam, masa itulah SULTAN SUSUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN mengganti diatas kerajaan Palembang bersamaan tahun 1757.

Tahun 1184 hari Selasa tanggal 22 robiul awal SULTAN SUSUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN memulai membuat bedil/senapan dan meriam-meriam dari tembaga yang panjangnya tiga depa 1770 Miladia/Masehi.

Pada tahun 1190 hari isnen tanggal 6 zulkoidah bersamaan tahun 1776 masa itulah SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN mengganti diatas Kerajaan Palembang. tahun 1191-1777. hari rabo 3 rejab akhir membuat Benteng/kota batu anyar disebelah ulu benteng lama.

Tahun 1193 hari ahad 15 Jemadil awal bersamaan tahun 1779 membuat kota batu dihadapan kota batu anyar.

Pada tahun 1211. hari isnen 23 Sakban bersamaan 23 Februari 1797. waktu pagi - pagi, masa itulah SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN pindah kesirep didalam benteng anyar / kota anyar.



16


Pada tahun 1218. 22 Zulhijjah hari Senen bersamaan tahun 1804 miladia masa itulah RADEN HASAN PENGERAN RATU ( SULTAN MACHMUD BADARUDDIN ) menggantikan kerajaan ayahnya

Pada tahun 1226 hari Selasa tanggal 28 sakban bersamaan tahun 16 Septembar 1811. SULTAN MACHMUD BADARUDIN ( RADEN HASAN PENGERAN RATU ). memerintahkan Belanda di loji Sungai aur keluar. tgl 1 Romadhon semua Belanda keluar melalui Sungsang.

Pada tahun 1228 hari Jum'at tanggal 5 Robiul akhir bersamaan tahun 1813 pada masa itulah benteng di pulau Borang dapat dikalahkan oleh tentara Inggeris dibawah pimpinan Kolonel Jenderal GELESFI, dan Komendan, Kapten WIEN dan UBUS.

Pada tahun itu juga 1228. 12 Robiul akhir bersamaan tahun 1813. SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN mudik kedaerah rawa menyusun perlawan rakyat / perang gerilya.-- dan pada tahun 14 Robiul Akhir Inggeris masuk ke dalam kota.

Pada tahun itu juga SULTAN HUSIN DHIA UDDIN (PENGERAN DEPATI HUSIN) menjadi raja menggantikan saudaranya, dan pada ketika itulah terjadi penaikan dan penurunan bendera.

Pada tahun itu juga hari Isnen bulan Robiul Akhir jam delapan, RADEN MAKMUN di jenangkan/digelar PENGERAN SUMO DIWANGSA, KEMAS. RANGGO HASAN dijenangkan RANGGA WIJAYA, dan babapah dijenangkan DEMANG JAYA TARUNA.-- tgl 27-7-1813.

Pada tahun 1228. hari Jum'at 4 Jemadil akhir, mufakat sekalian rakyat-rakyat serta dikehendaki oleh SULTAN HUSIN DIAH UDDIN mengitar kiblat masjid Agung kekanan sedikit.

Pada tahun itu juga hari Isnen 7 Jemadil awal jam 6, tahun 7-5-1813. tentara Inggeris keluar dari dalam benteng SULTAN HUSIN DHIA UDDIN.

Tahun 1228. hari Khomis tanggal 17 Rejeb bersamaan tahun 15-7-1813. SULTAN RATU MACHMUD BADARUDDIN militer dari daerah rawas bersama MEJER ROBINSON, sampai kesawah jam 4. naik kesirep ke kota anyar jam 6. dan saudaranya SULTAN HUSIN DHIA UDDIN pindah kekota lama.

Pada Tahun itu juga malam jum'at 12 Romadhon jam sembilan Kulberok Belanda memberikan emas kepada SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN lima peti beratnya 3,5 (tiga setengah) pikul penyerahan tanah bangka . 15-9-1813.

Tahun 1229 hari Jum'at 9 Muharam SULTAN RATU MACHMUD BADARUDDIN keseberang pada hari Ahad jam 11 Romadhon PENGERAN MANGKU NEGARA Terima Kerajaan,

Tahun 1229 hari Isnen 27 Ramadhon bersamaan tahun 9-10-1814. PENGERAN KERAMA DIRATJAH bin KEMAS. HAJI . MUHAMMAD, sampai di Palembang pulang dari Manggala.

Pada tahun itu juga hari Ahad 18 Syawal PENGERAN RATU SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN pulang dari Betawi/ Jakarta.


Tahun 1233 hari sabtu 16 Sakban bersamaan tahun 1818. Edler Moutinge menggerakan surat pengangkatan SULTAN HUSIN DHIA UDDIN.

Pada tahun itu juga hari homes 21 Sakban 1233-1818 SULTAN HUSIN DHIA UDDIN pindah ke taman sebelah ilir, SULTAN RATU MACHMUD BADARUDDIN pindah ke kota anyar / benteng anyar, dipasang bedil meriam.

Tahun itu juga hari sabtu 23 Sakban 1233-1818 KEMAS. DEMANG dan NGEBAI CARIK dan KERANGGA ACHMAD terimakan uang pusaka kerajaan yang diambil dari Belanda sebanyak Dua laksa ribu rupiah/ terima dari MOUNTHENGE.

Tahun 1234 hari Jum'at 28 Muharam-1819. PENGERAN ADIPATI HAMIM keluar dari lawang berotan.

Pada tahun itu juga malam Khomis 28 Muharam 1819. SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN keluar dari lawang borotan turun di perahu SAID HUSIN SAGAFF, dan hari bulan syofar berangkat dari sungai rendang tanggal 7 Syofat keluar sungsang.

Berperang SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN hingga tiga hari berperang dengan dua kapal perang Belanda satu benteng. Pada hari selasa keluar semua Belanda dari kota Palembang - permulaan berperang pada hari yang ke 19 Sakban 1234. bersama tahun 1819.

Pada tahun 1236 hari Senin yang ke 10 Romadhon terjadi peperangan di benteng pulau Borang-47 kapal perang Belanda.



Tanggal 23 Romadhon malam ahad jam 4 sampai jam 6 benteng di pulau Kemaro terbakar dan 25 Romadhon hari Selasa SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN berlabuh di sungai jeruju. pada tahun itu juga hari selasa SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN naik ke suak bato.

Tahun itu juga malam Selasa tanggal. 3 bulan Syawal 1236.-1821. SRI SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN naik kapal pada hari Rabo 4 Syawal 1236 dikeluarkan yang dimazhur dengan anaknya PANGERAN RATU SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN, oleh Jenderal DEKUK.

Adapun SULTAN MAHMUD yang punya Negeri
Dengan takdir Tuhan yang khohari
Datanglah musuh tidak terperi
Berpindahlah Ia ke lain Negeri

Keluar dari Palembang ke Ternati
Berdiam di situ berbuat bakti
Kalau Iman kurang mengerti
Rusaklah badan beserta hati

Rusah badan pada itu ketika
Karena berperang dengan kafir celaka
Itu pun kalau tidak didaulat belaka
Niscaya menang juga Sri Paduka

Pada tahun itu juga hari Senin 9 Syawal 1236-1821. SULTAN SUSUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN diangkat menjadi Sultan di balai palembang.


Tahun 1236 hari Selasa 7 Syawal PENGERAN ADIPATI HAMIM bergelar PENEMBAHAN HAMIM.

Tahun 1239. malam jumat 7 zulkoidah, Comisaris Belanda sampai di Palembang dari Betawi. Pada tahun itu juga hari Senin 4. Zulhijjah Comisaris menjatuhkan gaji - gajih pada SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN F. 2200.--

Pada tahun 1239 Tgl 6 Robiul awal bersamaan tahun 1824. Comisaris Belanda membuat orang-orang RATU dan MANGKU DEMANG serta polisi/Pengangkatan pegawai kerajaan Belanda

Tahun 1240. malam selasa tanggal 2 Rabiul Akhir di keluarkan SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN dari negeri Palembang ke Betawi. 1824. dan pada tahun 1240. wafat SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN di Betawi, adalah baginya umur dalam dunia 56 tahun 9 bulan 3 hari pemakamannya di Kerukut,(Pada tahun 19 dibawa kerangkanya ke Palembang dan dimakamkan di Lemabang) dan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM mengadakan perlawanan terhadap pemerintahan Belanda.

Pada tahun itu juga 1240. hari Jumat 3 Syawal bersamaan tahun 1824 PENGERAN BUPATI HAMIM pergi ke Betawi dengan kapal perang Belanda dan pada malam Sabtu 28 Zulhijjah kembali ke Palembang bersama Residen Belanda .

Tahun itu juga waktu magrib malam kamis 13 Zulhijjah wafat PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN dan baginya umur dalam dunia 45 tahun, 8 bulan, 4 hari, 1,5 jam. bermakam di Lemabang 3 Ilir.


21


Pada tahun 1241 dikeluarkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM diambil dari daerah pedalaman oleh Residen Rinset. diasingkan ke Manado, tahun 1260. hari Kamis 2 Jemadil awal SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN wafat di negeri Manado dan baginya umur dalam dunia 59 Tahun .

Pada tahun 1267 malam Rabu 1 Zulkaidah, dikeluarkan dari Palembang PENGERAN KERAMA JAYA ABDUL A'ZIM menantu SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PENGERAN RATU). Tempat pengasingannya di Perobolinggo (Jawa Timur) kemudian dari pada wafatnya dibawak kembali ke Palembang dan di makamkan di segaran bersamaan tahun 1850.





SULTAN SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU)

Tahun 1269 pagi jumat 14 Syafar bersamaan Tgl 21 November 1852 pulang kerachmatullah Seri Paduka SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PENGERAN RATU) Bin SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN di negeri Ternate. adalah baginya umur di dalam dunia 87 tahun 7 bulan tiga belas hari dan 7 jam, Hualla a'lam. sebelumnya bergelar Sultan yang mazkur bergelar RADEN HASAN PENGERAN RATU.

Almarhum mempunyai 62 orang putra/putri, dari 62 tersebut hanya 25 orang yang mengadakan anak/cucu

1.) RADEN NAYU HOTIMAH bersuami PENGERAN KERAMA JAYA ABDUL A'ZIM

2.) SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PENGERAN RATU, lahir di Palembang, wafat di Ternate.

3.) PENGERAN BUPATI HAMZAH lahir di Palembang wafat di Ternate.

4.) RADEN NAYU WONGSO WIJAYA HALIMAH lahir Palembang wafat Ternate

5.) PENGERAN PRABU KESUMO,lahir di Palembang wafat di Ternate.


23


6.) RADEN NAYU PURBAYA lahir di Palembang wafat di Palembang tidak ikut ke Ternate bersuami PENGERAN PURBAYO ABDUL ROHIM.

No. 2 s/d 6 itu ibunya RATU SEPUH ASMA.

7.) PENGERAN PRABU WIJAYA HUSIN lahir di Palembang wafat di negeri Timur Kupang.

8.) RADEN NAYU A'ZIMAH / Cek AYU di lahirkan di Palembang wafat di Palembang setelah pulang dari Ternate .


PUTERA - PUTRI SRI SULTAN SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN PANGERAN RATU yang menpunyai zuriat adalah :

  1. Dari Embuk FATAH RUSMI

1. RADEN NAYU KHOTIMAH bersuami PENGERAN KERAMA JAYA ABDUL A'ZIM lahir di Palembang wafat di Palembang.


II. Dari RATU SEPUH ASMAH wafat di ternate

1. SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PENGERAN RATU lahir di Palembang wafat di Ternate.

2. PENGERAN BUPATI HAMZAH lahir di Palembang wafat di Ternate .

24


3. RADEN NAYU WONGSO WIJAYA HALIMA lahir di Palembang wafat di Ternate

4. PENGERAN PRABU KESUMO lahir di Palembang wafat di Ternate .

5. RADEN NAYU PURBAYA FATIMAH lahir di Palembang wafat di Palembang tidak turut ke Ternate bersuami PENGERAN PURBAYA ABDUL ROHIM.

6. No. 6 s/d 11 lahir di Palembang wafat di Palembang

12. PENGERAN PURBAYO HUSIN lahir di Palembang wafat di Timor Kupang.

13. RADEN NAYU AZIMAH CEK AYU lahir di Palembang wafat di Palembang pulang dari Ternate.

Yang mempunyai zuriat adalah :

1. SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN
2. PANGERAN BUPATI HAMZAH
3. PENGERAN PRABU KESUMO ABDUL HAMID
4. RADEN NAYU PURBAYA FATIMAH


III. Dari RATU ANOM QOIYIMAH.

1. PANGERAN PRABU NANDITHO MUHAMMAD lahir di Palembang wafat di Ternate.


2. RADEN NAYU KERAMA NATA HALIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate.

3. PENGERAN PRABU DILAGA MUCHSIN lahir di Palembang wafat di Ternate.

4. RADEN NAYU QOIYIMAH CEK KECIK lahir di Palembang wafat di Ternate

5. RADEN NAYU SALMAH lahir di Palembang wafat di Ternate.

6. PENGERAN SURYO DILAGA THOH lahir di Palembang wafat di Ternate.

7. RADEN NAYU SHIHA lahir di Ternate wafat di Ternate kecil.

8. RADEN NAYU NUR lahir di Ternate kecil


IV. Dari NYAYU SOLEHA

1. PENGERAN SUTO WIJAYA USMAN lahir di Palembang wafat di Palembang tidak ikut ke Ternate.

2. PENGERAN SUTO KERAMA AKIL lahir di Palembang wafat di Palembang tidak turut ke Ternate. ibunya itu NYAYU SOLEHA.




V. Dari NYIMAS ZAIROH

1. PENGERAN SOTO DIRATJAH ABUBAKAR lahir di Palembang wafat di Palembang tidak turut ke Ternate.

2. RADEN NAYU SALIMAH KERAMA DIRATJAH bersuami PENGERAN KERAMA DIRATJAH bin KEMAS HAJI MUHAMMAD ALIM, dilahirkan di Palembang wafat di Palembang tidak turut ke Ternate


VI. Dari NYAYU ROBIAH

1. PENGERAN PUTRO DINATO ALI lahir di Palembang wafat di Palembang tidak turut ke Ternate.


VII. Dari MASAYU RATU ZUBAIDAH binti KEMAS HAJI MUHAMMAD, yang digelar akan ia RATU ULU binti KEMAS HAJI MUHAMMAD bin KEMAS ACHMAD bin KEMAS ABDULLAH bin KEMAS NURUDDIN bin KEMAS SYAHID bin SUHUNAN QUDDUS bin SUHUNAN WANDUN wafat di Ternate tahun 1253, dan mempunyai anak :

1. RADEN NAYU HAJIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate kecil

2. RADEN NAYU NAZIMAH lahir di Palembang wafat di Palembang



27


3. RADEN NAYU AZIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate

4. PENGERAN HAJI PRABU DIRADJA ABDULLAH lahir di Palembang wafat di Palembang, setelah pulang dari Ternate dan di makamkan di Talang Kerangga Palembang.

5. RADEN NAYU NAZIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate

6. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDULRACHMAN lahir di Palembang wafat di Palembang.

Yang mempunyai zuriat adalah :

1. PENGERAN HAJI PRABU DIRATJAH ABDULLAH lahir di Palembang wafat di Palembang setelah pulang dari Terate (dimakamkan di Talang Kerangga Palembang).

2. RADEN NAYU A'ZIMAH bersuami SAIYID ASSGAFF lahir di Palembang wafat di Ternate.

3. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN lahir di Palembang wafat di Palembang setelah pulang dari ternate.


VIII. Dari MASAYU RATU ILIR YANG MAS IRAH, wafat 17 Jumadil Akhir 1286, jam 08.00 Malam Kamis di Mentok setelah pulang dari Ternate (usia 85 tahun), mempunyai anak :

1. PENGERAN PRABU NATA MENGGALA UMAR

28


2. PENGERAN PRABU DIWONGSO MUHAMMAD ZEN

3. RADEN NAYU MARIAM CEK NING, lahir di Palembang wafat di Mentok.

4. RADEN NAYU AZIZAH, lahir di Palembang wafat di Banyuwangi.

5. RADEN MASHUR, lahir di Ternate wafat di Ternate kecil.

6. PENGERAN IDRUS. lahir di Ternate wafat di Ternate

7. RADEN NAYU CIK lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

8. PENGERAN PRABU NATA MENGGALO ALWI lahir di Ternate wafat di Mentok

9. RADEN NAYU ALWIYAH, lahir di Ternate wafat di ernate kecil.

Yang mempunyai zuriat adalah :

1. PENGERAN PRABU NATA MENGGALA UMAR lahir di Palembang wafat di Timur Kupang.

2. PENGERAN PRABU DIWONGSO MUHAMMAD ZEN, lahir di Palembang wafat di Ternate.



IX. Dari RATU ALIT bin PENGERAN SUTO DIKARA, wafat malam Sabtu 28 Syawal 1300 jam 10.00 di Timor Kupang, mempunyai anak :

1. RADEN KOSIM, lahir di Palembang wafat di Pulau Safari kecil.

2. PANGERAN PRABU DIKARA YASIN, lahir di Palembang wafat di Manado.

3. RADEN NAYU SHIHA, lahir di Palembang wafat di Palembang kecil.

4. RADEN NAYU SALMAH, lahir di Palembang wafat di Palembang kecil.

5. RADEN NAYU SHIDAH, lahir di Palembang wafat di Timor Kupang.

6. RADEN NAYU NUR, lahir di Ternate wafat di Ternate kecil.

7. PENGERAN KESUMO MUHAMMAD SEH, lahir di Ternate wafat di Palembang.

8. RADEN NAYU AYU lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

9. PENGERAN SURYO MENGGALO MAHDOR, lahir di Ternate wafat di Palembang.

10. PANGERAN DIEN, lahir di Ternate wafat di Ternate kecil.

11. RADEN NAYU ZAHRA, lahir di Ternate wafat di Ternate kecil.

12. RADEN NAYU HABIBAH, lahir di Ternate wafat di Ternate.

13. RADEN NAYU LATIFAH, lahir di Ternate wafat di Ternate.

14. PENGERAN KESUMO DIRADJA MUHAMMAD SYAFIN, lahir di Ternate wafat di Ambon.

15. PENGERAN KESUMO DIMKIAH MUHAMMAD HANAN, lahir di Ternate wafat di Palembang.

Yang mempunyai zuriat adalah :

1. PENGERAN PRABU DIKARA MUHAMMAD YASIN lahir di Palembang wafat di Manado.

2. PENGERAN SURYO KESUMO SYEH lahir di Ternate wafat di Palembang.

3. PENGERAN SYURYO MENGGALA MAHDHOR lahir di Ternate wafat di Palembang.

4. PENGERAN KESUMO DIRADJA MUHAMMAD SAFIN lahir di Ternate wafat di Banyuwangi Jawa Timur.

5. PENGERAN KESUMO MUHAMMAD HANAN lahir di Ternate wafat di Palembang.

31


PUTERA PUTERI SRI SULTAN SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN PANGERAN RATU yang pulang dari Ternate ( kembali ke Palembang ) :

Tahun 1280 malam Sabtu 29 Zulhijjah bersamaan tahun 5 Juni 1864. Putera-putera serta cucu-cucu SRI SULTAN SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN sampai ke Palembang pulang dari Ternate. dan adalah pada masa itu masih tinggal putera-putera yang mazkuh 18 (delapan belas) orang, yaitu :

1. PENGERAN PRABU WIJAYA HUSIN.

2. RADEN NAYU A'ZIMAH.

3. PENGERAN PRABU MENGGALO UMAR.

4. RADEN NAYU KERAMA DIWONGSO NAJIMAH.

5. PENGERAN PRABU DIRATJAH ABDULLAH.

6. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN.

7. RADEN NAYU ZAKIAH

8. RADEN NAYU MARYAM

9. PENGERAN PRABU MENGGALO ALWIE

10. RADEN NAYU SIDAH

11. PENGERAN SURYO KESUMO SYEH

32


12. PENGERAN SURYO KESUMO MENGGALO MACHDHOR

13. PENGERAN KESUMO DIRATJAH MUHAMMAD SYAFIN.

14. PENGERAN KESUMO DIMKIAH MUHAMMAD HANAN

15. RADEN NAYU KERAMA JAYA KHOTIMAH

16. PENGERAN SUTOWIJAYA USMAN

17. PENGERAN SUTO WIJAYA AKIL

18. PENGERAN PUTRO DINATO MUHAMMAD ALI


Pada tahun 1281 malam ahad 7 Jumadil akhir jam 4 (empat) berpulang kerahmatullah PENGERAN DIPATI HAMIM dan dimakamkan di Palembang, maka telah habislah saudara SRI PADUKA SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN II, yang seibu seayah.









33


PUTERA PUTRI SRI SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU) yang ditangkap dan dibuang oleh Belanda ke Ambon, Menado, Makasar, Ternate, Saparua, Amhai, Beruti, Timur Kupang, Tendanu, Bandan :

Pada tahun 1298 malam Isnen 20 Zulkoidah bersamaan tahun 1882 dikeluarkan putera-putera / cucu-cucu SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PENGERAN RATU), dari kota Palembang sebelum dari itu mereka dipanggil untuk mengadakan pesta, tetapi didepan Benteng mereka dikepung oleh serdadu Belanda dari serdadu laut dan darat yang terkena diantara mereka itu ialah :

1. PENGERAN KESUMO DIRATJAH MUHAMMAD SAFIN bin Almarhum SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PENGERAN RATU).

2. RADEN MUHAMMAD MAHIN bin PENGERAN PRABU DIRATJAH ABDULLAH.

3. RADEN ABDUL SYOMAD bin PENGERAN PRABU DIRATJAH ABDULLAH

4. RADEN MUHAMMAD A'RIF

5. RADEN MUHAMMAD NAFIS bin PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN

6. RADEN AGUS MUHAMMAD ARSYAD



7. RADEN NANANG ZAINAL ABIDIN bin Almarhum PENGERAN PRABU DIWONGSO MUHAMMAD ZEN

8. RADEN MUHAMMAD A'ZIS

9. RADEN MUHAMMAD MUNZIR

10. RADEN HAMZAH

11. RADEN MUHAMMAD bin Almarhum PENGERAN PRABU DIKARA MUHAMMAD YASIN

12. RADEN SYARIF ABDULLAH bin Almarhum SYAIYID UMAR ASSAGAFF

13. RADEN MUCHSIN bin Almarhum PENGERAN SURYO MENGGALO

14. RADEN MUHAMMAD AMIN bin Almarhum PENGERAN SUTO DIRATJAH ABUBAKAR

15. RADEN ADNAN bin Almarhum PENGERAN SOTOWIJAYA USMAN

16. RADEN MUHAMMAD UZAR bin PENGERAN SUTO KERAMA AKIL

17. RADEN MADUN bin PENGERAN PURBAYO ABDUL A'ZIM

18. RADEN ABDUL A'ZIS/DENWANG



19. RADEN ABDUL RACHMAN bin RADEN MUHAMMAD HANAPIAH

20. RADEN MANGSYUR / ATE UANG bin Almarhum RADEN DEN

21. RADEN MUHAMMAD NAPIS bin RADEN MUHAMMAD A'ZIS

22. RADEN AGUS MANGSYUR bin Almarhum RADEN HAJI. MACHMUD

23. RADEN MACHDHOR bin RADEN MUHAMMAD THOHIR

24. RADEN SYAHMI bin RADEN AGUS BASROH

25. RADEN HASAN bin RADEN ATE bin PENGERAN SURYO ABDUL RAHIM

Jumlah dari 25 (dua puluh lima)/lima likur anak cucu SERI PADUKA SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN, sekaliannya yang tertangkap 41 orang, mereka diasingkan di sepuluh tempat terpencar-pencar. Ambon, Menado, Makasar, Ternate, Saparua, Amhai, Beruti, Timur Kupang, Tendanu, Bandan.







36


PENGANGKATAN RADEN HASAN PENGERAN RATU menjadi Sultan Palembang dengan gelar SULTAN MAHMUD BADARUDDIN

Pada tahun 1218 hari Isnen tanggal 22 Zulhijjah jam 10 bersamaan tahun 4 April 1804. Telah berpulang ke Rachmatullah SERI PADUKA SULTAN MUHAMMAD BAHAUDDIN bin SULTAN SUSUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN.

Pada hari itu juga berkumpul jam tiga sekalian peryai-peryai menteri-menteri yang dikepalai oleh PENEMBAHAN TUO, pada masa itu ia bergelar PENGERAN ARYA.

PENGERAN DIPO yang dikala itu bergelar PENGERAN ADIA MENGGALA.

PENGERAN ADIPATI HAMIM tempo itu bergelar PENGERAN ADIA KESUMO

PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, masih bergelar PENGERAN NATO KESUMO.

PENGERAN NATA DIRATJAH lagi bergelar PENGERAN WIRO DIRATJAH, ialah PENGERAN KERAMA JAYA (PENGERAN PERDANA MENTERI).



PENGERAN PENGHULU ABUSAMAH dan lain-lain kesemua-nya itu berhimpun di Pesaben mengadakan sidang/bermusyawarah untuk memilih siapa yang akan menggantikan SULTAN yang wafat. dikala itu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN. masih bergelar PENGERAN RATU / RADEN HASAN. Didalam sidang tersebut sekaliannya telah mufakat memilih RADEN HASAN PENGERAN RATU untuk diangkat menjadi pengganti Sultan yang wafat. Dikala itu "SULTAN MACHMUD BADARUDDIN" setela itu masuklah PENGERAN ARYA dan PENGERAN SURYA menjemput PENGERAN RATU masuk ke Pesaben.

RADEN HASAN PENGERAN RATU keluar ke Pesaben diiring-kan oleh sekalian saudaranya dengan air mata yang tidak berkeputusan, apabila telah sampai ke Pesaben, PENGERAN ARYA mengumumkan kepada orang banyak mengatakan bahwa PENGERAN RATU RADEN HASAN dinobatkan menggantikan Sultan yang telah wafat dengan gelar "SULTAN MACHMUD BADARUDDIN" dan puteranya RADEN CIK digelar dengan PENGERAN RATU, ialah PRABU TANAYU. Kemudian maka SRI PADUKA SULTAN RATU MACHMUD BADARUDDIN bertitah pula menggelarkan saudara-saudaranya, yaitu :

1. PENGERAN ADIA MENGGALA (SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN) dengan gelar "PENGERAN ADIPATI " .

2. PENGERAN ADIA KESUMO (PENGERAN ADIPATI HAMIM) digelar "PENGERAN ADIPATI KESUMO".

3. PENGERAN NATO KESUMO (ADIPATI ABDUL RACHMAN) digelar "PENGERAN SURYO KESUMO"


38


Setelah itu PENGERAN ARYO KESUMO berdiri pula meng-umumkan kepada halayak bahwa PENGERAN WIRO DIRATJAH dengan Gelar PENGERAN NATA DIRATJAH.

Setelah selesai dari padanya itu, maka sekaliannya pun pulanglah ketempatnya masing-masing, SULTAN RATU MACHMUD BADARUDDIN serta saudara - saudaranya kembali kedalam benteng / kota, begitupun sekalian Menteri, Penggawo, serta rakyat semuanya, tetapi masih ada yang dipesaben dan di pintu-pintu kota.

Setelah keesokan harinya memakamkan Sultan yang wafat ke pemakamam Almarhum di lemabang, selesai dari pemakamam tersebut maka tetaplah SULTAN RATU MACHMUD BADARUDDIN diatas tahta Kerajaan Palembang. Kemudian dari itu diadakan suatu sidang yang dihadiri oleh sekalian penggawa Menteri, Peryai, Sata-sata, Kepala dusun, semuanya milir menyampaikan janji menurut adat masing-masing.















Y A Y A S A N
KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM
SEKRETARIAT JL. DEPATEN BARU No.218 - 28 ILIR PALEMBANG ( 300142 )


Pada tahun 1232 hari selasa 21 bulan Muharam adalah permulaan kembalinya Belanda duduk ke Palembang sekemudian dari Inggeris di Palembang tahun Belanda 1816 bulan Desember tanggal 10.

Bahwa permulaan perdamaian antara Kompeni Belanda yaitu Jenderal JON SETIKER dengan Raja Palembang SRI SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN pada tahun 1046 bersamaan tahun 1637.

Pada tahun 1150 bersamaan tahun 1737 hari Isnen 6 Jemadil akhir masa itulah SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA membuat kuto batu didalam kota Palembang (membuat Benteng)

Tahun 1151 hari Isnen akhir bulan Jemadil awal membuat masjid didalam kota Palembang, bersamaan tahun 1738 miladia.

Pada tahun 1171 hari Sabtu 4 bulan Muharam masa itulah SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN mengganti kerajaan ayahda baginda yaitu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA bersamaan tahun 1757 dan pada tahun 1184 hari Selasa 22 Rabiul akhir membuat bedil dan meriam dari tembaga panjangnya 3 (tiga) Depa, bersamaan tahun 1770 miladia.

Pada tahun 1190 hari Isnen 6 bulan Qoidah pada masa itulah SULTAN MUHAMMAD BAHA UDDIN mengganti kerajaan ayahda baginda SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN, dan pada tahun 1191 hari Rabo 3 bulan Rejeb memulai membuat kota batu anyar (benteng baru) dalam kota Palembang sebelah kota batu lama, bersamaan tahun 1777.

2

Pada tahun 1193 hari Ahad 15 bulan Jemadil awal mendirikan kota batu dihadapan kota batu anyar, 1779 miladia.

Pada tahun 1211 hari Isnen 23 Sakban waktu pagi-pagi, masa itulah SULTAN MUHAMMAD BAHA UDDIN pindah kesirep dalam kota batu anyar, 1779 23 Februari.

Pada tahun 1218hari Isnen 22 Zulhijjah pada masa itulah SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN menggantikan kerajaan ayahda baginda yaitu SULTAN MUHAMMAD BAHA UDDIN (2-4-1804).

Pada tahun 1226 hari Selasa 28 Sakban, pada masa itulah Kapten Gedung Belanda disuruh keluar dari gedung di Sungai Aur, 1 Romadhon sudah keluar semuanya (16-9-1811).

Pada tahun 1228 hari Jum'at 5 Rabiul akhir, pada masa itulah benteng di pulau burung dapat oleh tentera Inggeris, yang bernama Kolonel Jenderal GELESFI, Kapten WIEN dan UBUS (6-4-1813).

Pada tahun itu juga 1228 Rabiul akhir, masa itulah SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN mudik kerawas/ perang gerilya, dan tanggal 14 Robiul akhir Jenderal GELESFI masuk dalam kota (13-4-1813).

Pada tahun itu juga 1228 hari Khomis 3 Jemadil awal jam 9, PENGERAN ADIPATI HUSIN DIAUDDIN mengganti kakandanya SRI SULTAN MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN PANGERAN RATU dan ketika itu juga turun bendera berganti bendera (3-5-1813).



3

Pada tahun itu juga 1228 hari Isnen akhir bulan Jemadil Akhir jam 8 RADEN MAKMUN dijenang (diangkat/ digelar) PENGERAN SUMO DIWONGSO dan KEMAS. RANGGA HASAN dijenangkan RANGGA WIJAYA dan babapah di jenangkan DEMANG JAYA TERUNA (28-7-1813).

Pada tahun 1228 hari Jum'at 4 Jemadil awal mupakat segala rakyat-rakyat serta dikehendaki oleh SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN mengitar Qiblat masjid Palembang di kanankan sedikit (24-4-1313).

Pada tahun itu juga 1228 hari Isnen 7 Jemadil awal jam 6 masa itulah tentara Inggeris keluar dari dalam kota SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN (7-5-1813).

Pada tahun 1228 hari Khomis 17 Rejeb, pada masa itulah SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN PANGERAN RATU melir dari daerah rawas bersama-sama MIJER ROBINSON sampai di sawah jam 4 dan naik kesirep dalam kota anyar jam 6 dan SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN pindah kekota lama (15-7-1813).

Pada tahun itu juga malam jum'at 21 Romadhon jam 9 Mijer Kulberok Belanda memberikan kepada SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN 5 peti emas beratnya dua setengah pikul dan keserahan tanah Bangka.

Pada tahun 1229 hari Jum'at 9 Muharam SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) keseberang. Pada hari Ahad 11 Ramadhan jam 11 PENGERAN MANGKU NEGARA terima kerajaan ( 1814 ).


4

Pada tahun 1229 hari Isnen 27 Romadhon PENGERAN KERAMA DIRADJAH bin KEMAS. HAJI. MUHAMMAD. sampai ke Palembang pulang dari Menggalo ( 9-10-1814 ).

Pada tahun itu juga hari Ahad 18 Syawal 1229, PENGERAN RATU ACHMAD NAJAMUDDIN bin SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) pulang dari Betawi ( 1-11-1814 ).

Tahun 1233 hari Sabtu 15 Sakban EDLER MUNTINGE mengarak surat dari raja Belanda beserta dengan SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN (1819).

Pada tahun itu juga hari Khomis 21 Sakban SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN pindah ketaman ilir dan hari Jum'at SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) pindah ke kota anyar (benteng besak) di sambut dengan tembakan meriam.

Pada tahun itu juga Sabtu 23 Sakban 1233 KEMAS. DEMANG dan NGEBAI / NGEBIHAI JARIK, dan KERANGGA ACHMAD menerimakan uang pusaka dari Muntenge sebanyak dua laksa ribu rupiah (1819).

Pada tahun itu juga malam Khomis 28 Muharam SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN keluar dari lawang borotan turun di perahu SAIN HUSIN SAGAAF dan 1 Syofar mintar dari Sungai Rendang 7 Syofar berangkat ke Betawi (1819).


Berperang SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) dengan Belanda EDLER MUNTINGE hingga tiga hari berperang dengan dua kapal perang Belanda dan satu kota Batu, maka hari Selasa keluar semuanya Belanda dari dalam negeri Palembang. Adapun permulaan berperang itu pada hari yang 19 Sakban 1234 (1820).

Pada tahun 1236 hari Isnen 10 Romadhon bermula berperang benteng di borang, dan pada 23 Romadhon malam ahad jam 4 sampai jam 6 benteng Pulo Kemaro terbakar dan 25 Romadhon hari Selasa SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN berlabu di Sungai Jeruju, dan pada tahun itu juga hari Isnen 2 bulan Syawal SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN naik di Soakbato.

Pada tahun itu juga malam Selasa 3 Syawal 1236 SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) naik kapal dan pada hari Rabo 4 Syawal dikeluarkan yang mazhur dengan anaknya PENGERAN RATU SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN dari Palembang oleh Jenderal DEKUK.

Pada tahun 1236 hari Isnen 9 Syawal masa itulah SULTAN SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN diangkat oleh Jenderal DEKUK dibalai Bendung menjadi Raja.

Pada tahun 1236 hari Selasa 17 Syawal PENGERAN ADIPATI HAMIM munnga PENGERAN BUPATI HAMIM.

Pada tahun 1239 malam Jum'at 7 Zulkoidah Komisaris Belanda sampai di Palembang dari Betawi.



6

Pada tahun itu juga 1239hari Isnen 4 Zulhijjah Komisaris Belanda menjatuhkan gajih gajih kepada SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN dua ribu dua ratus rupiah F.2200.

Pada tahun itu juga 1239, 6 Rabiul awal Komisaris Belanda mengangkat Demang Polisi.

Pada tahun 1240 hari Selasa 2 Rabiul akhir dikeluarkan SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN dari Palembang oleh RADEN RINTO Belanda.

Pada tahun 1240 hari Isnen 4 Rejeb didalam negeri Betawi wafat SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN dan baginya umur didalam dunia 56 tahun 9 bulan 3 hari.

Pada tahun itu juga 1240 hari Jum'at 3 Syawal PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN pergi ke Betawi dengan kapal Perang, dan pada malam Sabtu 2 Zulhijjah pulang kembali PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM bersama-sama Residen Fertebus? dari Betawi.

Pada tahun itu juga 1240 waktu marrib malam Khomis 13 Zulhijjah wafat PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, dan adalah baginya umur didalam dunia 45 tahun 8 bulan 4 hari dan 1,5 jam.

Pada tahun 1241 dikeluarkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN dari negeri Palembang oleh RESIDEN RIENSET? diambil dari daerah pedalaman.



7

Pada tahun 1260 hari Khomis 2 Jemadil awal wafat SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM didalam negeri Manado, baginya umur dalam dunia 59 tahun.

Pada tahun 1267 malam rabo 1 Zulkhoidah dikeluarkan PENGERAN KERAMA JAYA ABDUL AZIM dari negeri Palembang oleh Residen Diberu? Belanda ke Probolinggo (Jawa Timur).

Pada tahun 1269 pagi Jum'at 14 Syofar jam 6 berpulang kerahmatullah SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) di Ternate, dan baginya umur di dalam dunia 87 tahun 7 bulan 13 hari dan 7 jam.

Tengah hari dan tengah malam waktu di Ternate itu terdahulu dari pada Palembang 1 jam 58 menit, dan jika ditakdirkan wafat Sri Paduka di Palembang niscaya waktu wafatnya itu jam 4 pagi, dan sebelum digelar Sultan yang Mazhur itu bernama "RADEN HASAN".

Pada tahun 1270 malam ahad 2 Rejeb jam 3 didalam negeri Ternate wafat SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PENGERAN RATU bin SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN.( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) dan baginya umur didalam dunia 71 tahun 2 bulan 16 hari dan 21 jam , telah habislah nama Sultan Palembnag.








8

Pada tahun 1280 malam Sabtu 29 Zulhijjah putera-putera dan cucu-cucu SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN sampai di Palembang pulang dari Ternate. dan adalah pada zaman itu lagi tinggal putera yang mazhur (delapan belas orang) 18, yaitu :

1. PENGERAN PRABU WIJAYA HUSIN
2. RADEN NAYU AZIMAH
3. PENGERAN PRABU MENGGALO UMAR
4. RADEN NAYU KRAMA DIWONGSO NAJIMAH
5. PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH
6. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDULRACHMAN
7. RADEN NAYU ZAKIAH
8. RADEN NAYU MARYAM
9. PENGERAN PRABU NATA MENGGALO ALWI
10. RADEN NAYU SIDAH
11. PENGERAN SURYO KESUMO SYEH
12. PENGERAN SURYO MENGGALO MACHDHOR
13. PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUCHAMMAD SAFIN
14. PENGERAN KESUMO DIMKIAH MUHAMMAD HANAN
15. RADEN NAYU KRAMA JAYA KHOTIMAH
16. PENGERAN SUTOWIJAYA USMAN
17. PENGERAN SUTOWIJAYA AKIL
18. PENGERAN PUTRO DINATO ALI



Pada tahun 1281 malam ahad 7 Jemadil akhir jam 4, wafat PENGERAN ADIPATI HAMIM telah habislah saudara PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM yang seibu seayah adanya.

Pada tahun 1292 pagi hari ahad 2 Syawal, keluar dari Palembang PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH pergi menunaikan haji tahun 1294 hari ahad 18 Robiulawal sampai di Palembang pulang dari Mekah.

Pada tahun 1294 pagi-pagi hari Isnen 6 Romadhon dipanggil oleh Residen Tubius? Belanda pada PADUKA PANGERAN KESUMO DIRADJAH MUHAMMAD SAFIN bin SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU) serta dengan serdadu dari kapal api perang.

Pada tahun itu juga 1298 malam Isnen 10 Zulhijjah dikeluarkan PENGERAN KESUMO DIRADJA MUHAMMAD SAFIN serta anak-anak saudaranya jumlah 25 orang dari pada anak cucu SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ) oleh Residen Tubias Belanda, dan zaman itu lagi tinggal putera/puteri SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN 9 (sembilan) orang, yaitu :

1. PENGERAN PRABU WIJAYA HUSIN
2. PENGERAN PRABU MENGGALO UMAR
3. PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH
4. RADEN NAYU KERAMA DIWONGSO NAJIMAH
5. RADEN NAYU ZAKIAH
6. RADEN NAYU SAIDAH
7. PENGERAN PRABU NATA MENGGALO
8. PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUHAMMAD SAFIN
9. PENGERAN SUTO KERAMA AKIL
10

Pada tahun 1299 hari jum'at 18 Muharam RATU ALIT serta anak cucunya, dan PENGERAN PRABU MENGGALO UMAR serta cucunya, RADEN NAYU- RADEN NAYU keluar menyusul ahlinya dengan ongkos Gupermen Belanda dan ada ongkos sendiri, kemudian dalam bulan syofar PENGERAN PRABU WIJAYA HUSIN serta ahlinya keluar dari Palembang menyusul yang demikian itu juga.

Tahun 1309 malam Sbtu 2 Sakban keluar pergi haji ,yaitu :
1. RADEN NAYU ZAKIAH
2. RADEN ABDUL HABIB
3. RADEN NAYU SYARIFAH AISYAH
4. RADEN NAYU MAHANI
5. RADEN MACHMUD

waktu itu wakil syeh di Jedah ABDUL RONIE. pada tahun 1310 hari khomis 3 Jemadil akhir sampai di Palembnag pulang dari Mekkah RADEN HAJI ABDUL HABIB dan RADEN NAYU MAHANI. dan tahun 1312 pajar Rabo 28 Syawal keluar dari Palembang pergi Haji NYONYA FATIMAH, RADEN HASAN delapan beranak, RADEN NAYU ZUBAIDAH, RADEN AISYAH, RADEN MUHAMMAD AMIN, RADEN MUHAMMAD SAMAN dua saudara yaitu RADEN UMAR.

Tahun 1313 hari Selasa 6 Sakban jam 7 sampai diambon RADEN HAJI ABDUL HABIB, dan hari Isnen 26 Sakban jam 9 keluar dari Ambon RADEN HAJI ABDUL HABIB berdua RADEN MUHAMMAD QOSIM bin RADEN HAJI ABDUL SOMAD ikut kapal api Jenderal LUDUN? singgah di Makasar dua malam dan singgah di Bali Ampenan, dan Bali Baliling, dan Surabaya satu malam dan Bawean satu jam, dan malam Selasa mengikutlah puasa Romadhon sampai di Palembang.


11

Pada tahun 1313 malam Rabo 11 Syawal keluar dari Palembang RADEN HAJI ABDUL HABIB dua beranak dengan RADEN USMAN, dan RADEN MUHAMMAD QOSYIM bin RADEN HAJI ABDUL SOMAD ikut kapal rue singgah di Mentok mengambil RADEN MUHAMMAD ARIFIN bin RADEN MACHMUD ikut pergi haji dan pada hari Khomis 12 Syawal jam 4 sampai di Singapore, hari Ahad 15 Syawal RADEN QOSIM sakit demam.

Tahun itu juga hari jum'at 27 Syawal berangkat dari Singapore RADEN HAJI ABDUL HABIB dua beranak sama RADEN USMAN dan RADEN MUHAMMAD ARIFIN bin RADEN MACHMUD, singgah di Kelumbo dan Neberi Barbar, Malaka, pada hari Ahad 21 Zulkhoidah samapi di Kabuan Jadah dari sini berangkat ke Kemeron 25 Zulkhoidah sampai di Kemeron 30 Zulkhoidah berangkat dari Kemeron 2 Zulhijjah sampai di Jeddah 3 Zulhijjah berangkat ke Mekkah 5 Zulhijjah sampai dengan selamat di kota Mekkah, waktu itu wakil syeh di Jeddah SYEH ALI MASYATO, 8 Zulhijjah berangkat dan 9 Zulhijjah sampai di Arofah hari Khomis dan hari jum'at adanya.

Hari selasa 8 Robiulawal 1314 menyunatkan anakda RADEN HAJI USMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB.

Tahun 1316 hari Senin 1 Safar keluar dari Mekkah RADEN HAJI ABDUL HABIB dua beranak dengan RADEN HAJI UMAR dan RADEN HASAN 8 beranak sampai di Singapore pada hari Khomis 10 Robiulawal . Tahun 1316 hari Khomis 11 Rejab sampai RADEN HAJI ABDUL HABIB dua beranak sama RADEN HAJI UMAR di Banyuwangi.

Tahun itu juga mallam Sabtu 16 Romadhon keluar dari Banyuwangi RADEN HAJI ABDUL HABIB dan hari Sabtu 23 Romadhon sampai di Singapore.

12

Tahun itu juga 1316 malam Jum'at 7 Syawal sampai di Palembang RADEN HAJI ABDUL HABIB dari Singapore, dan malam selasa 11 Syawal keluar dari Palembang bersama anakda RADEN ABDUL RACHMAN sampai di Singapore dan pada tahun itu juga 19 Syawal berangkat dari Singapore anakda RADEN ABDUL RACHMAN pergi haji, pada masa itu tambang kapal pergi ke Jeddah pulang pergi dari Singapore100 (seratus) ringgit burung, anak kecil pun sama.tahun 1317 hari Jum'at 23 Muharam anakda RADEN HAJI UMAR sampai di Palembang dari Banyuwangi, dan pada hari Sabtu 24 Muharam berangkat RADEN HAJI ABDUL HABIB ke Singapore, dan malam Khomis 29 Muharam berangkat RADEN HAJI ABDUL RACHMAN pulang dari menunaikan hajji dari tanah suci (Makkatul musyarrofah), dan pada malam Selasa 4 Syofar sampai RADEN HAJI ABDUL HABIB dua beranak dengan RADEN HAJI ABDUL RACHMAN.

Pada tahun 1317 hari Sabtu 19 Robiulakhir, keluar dari Palembang RADEN HAJI ABDUL HABIB dua beranak dengan RADEN HAJI UMAR ke Singapore dan pada tahun itu juga hari Rabo 1 Robiulawal anakda RADEN HAJI UMAR berangkat dari Singapore pulang kenegeri Banyuwangi. Dan pada tahun itu juga 1317 malam Sabtu 13 Sakban sampai di Palembang RADEN ABDUL HABIB dari Singapore.

Pada tahun itu juga 1317 malam Sabtu 5 Romadhon jam 2 terjadi gempa didalam negeri Palembang getarannya terasa kuat.









13

Pada tahun itu juga hari Khomis 9 Romadhon sampai di Singapore dan hari Jum'at 2 Syawal berangkat dari Singapore hari kamis 29 Syawal sampai di Makkatul Musyarrofah dan orang-orang berpuasa hari rabo dan hari raya pada hari kamis yang sehari bulan syawal dengan melihat bulan adanya, dan waktu di Arofah hari senin yang ke sembilan hari bulan Zulkhoidah ,dengan Farghu haji dan umrah RADEN NAYU SYEH binti PENGERAN KERAMA JAYA ABDUL AZIM . Pada waktu itu wakil SYEH di Jedah MUHAMMAD NUR JUHDU. Dan pada tahun 1318 hari senin 1Muharram di dalam negeri Mekkah bermula sewa rumah MUHAMMAD bin IBRAHIM syahatu Arab di kampung syamiah dua madlis dan sotho satu tahun 60 ringgit burung.

Pada tahun 1318 hari rabo 3 Muharram terima dari pos Mekkah surat dari anakda RADEN .HAJI .UMAR di Banyuwangi isinya mengabarkan pada fajar hari selasa 26 Zulkhoidah PANGERAN KESUMO DERADJAH MUHAMMAD SAPIN telah berpulang kerachmatullah Innalillahi wainna lillah rojiun . telah habislah putra SRI SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN Ternate.

Pada tahun itu juga 1318 hari kamis 4 Muharram saja berpindah dari rumah wakaf SYEH MASAGUS ABDUL HAMID kerumah yang di sewa ,yaitu rumah M.SAHAHTO satu tahun 60 ringgit burung.

Tahun itu juga 1318 hari senin 29 Muharram anakda RADEN HAJI USMAN keluar dari Mekkah berziarah ke Madinatulrasyul bersama-sama KEMAS. ACHMAD BIN KEMAS. MUMAMMAD SOLEH dan tanggal 28 Rabiulawal pulang ke Mekkah .

Tahun 1319, 4 Muharram pindah dari rumah MUHAMMAD SAHTHO, sewa rumah SYARIFA.satu tahun 6 juni. masa itu satu juni di tukar 9 ringgit burung.


14

Tahun 1319 malam senin 14 rejab waktu magrib di Mekkah terjadi gerhana bulan.

Tahun 1319 -30 rajeb jam terjadi gerhana matahari kira-kira jam 2 .
Tahun 1320 malam rabo 15 Muharram jam 1.30 di dalam negeri Mekkah gerhana bulan .

Pada tahun 1321 malam selasa waktu isak di dalam negeri Tandanu wafat RADEN SYARIF ABDULLAH. Ini silsilah punya RADEN UMAR dan RADEN. USMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB bin Almarhum PANGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH bin Almarhum SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN bin Almarhum SULTAN MUHAMMAD BAHA UDDIN Palembang.

MALIK RADEN UMAR dan RADEN USMAN -----------
Bin RADEN HAJI .ABDUL HABIB KEDIAMAN.
Bin PENGERAN PRABU.DIRADJAH SETIAWAN -----------
Bin SULTAN MACHMUD PALEMBANG KERAJAAN.

Bin SULTAN MUHAMMAD . BAHA UDDIN BASTERI------
Bin SUHUNAN ACHMAD.NAJAMUDDIN DEMI PERI
Bin SULTAN MUHAMMAD .BADARUDDIN JAUHARI--------
Bin SULTAN MUHAMMAD. MANGSYUR.

Bin SUHUNAN ABDULRACHMAN TERLALU AMAN --------Bin PENGERAN RATU .MANGKURAT BANGSAWAN
Bin TUMENGGUNG MOCO NEGORO turunan ---------
Inilah yangdiriwayatkan tuan.



Adapun SULTAN MUHAMMAD .BAHA' UDDIN BASTERI
Serta semua rakyat peri.
Ditetapkan ALLAH atas kerajaan negeri
Dengan sekalian rakyat hulu balang menteri.

Tahun 1236 - 4 bulan Syawal keluar dari Palembang SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDIN bin SULTAN MUHAMMAD BAHAUDDIN ke Ternate.

Adapun SULTAN MACHUD yang punya negeri
Dengan takdir Tuhan yang khohari
Datanglah musuh tidak terperi
Berpindahlah ia kelain negeri.

Keluar dari palembang ke Ternate
Berdiam disitu berbuat bhakti
Kalau iman kuarang mengerti
Rusaklah badan beserta hati.

Rusak badan pada itu ketika
Karena berperang dengan kapir celaka
Itupun kalau tidak didaula belaka
Niscaya menang juga SRI PADUKA.

Pada tahun 1280 akhir bulan Zulhijjah sampai di Palembang dari Ternate putera/putri Almarhum SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN. Dan pada tahun 1292 tgl.2bulan Syawal keluar dari Palembang pergi menunaikan haji PADUKA PENGERAN PRABU DIRATJAH ABDULLAH bin Almarhum SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN jumlah sembilan orang .


16

Adapun PENGERAN PRABU DIRATJAH ABDULLAH yang setia
berseta anak istrinya,
Ia kemakkatulmusyarrofah
Ia telah menyudahi hajat rukunnya.

Perginya itu ketika aman
Duduk di Mekkah dua zaman
Berziarahkan Nabi akhir zaman
Pergi dan pulang dengan keluasaan .

Pada tahun 1309 ,2hari bulan sakban pergi keluar Palembang menuaikan rukun haji PADUKA RADEN NAYU ZAKIAH binti Almarhum SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN berjumlah lima orang.

Sekarang terlalu Mudhorat
Hendak ke Mekkah terlalu melarat.
Dikarantina oleh kapir keparat
Tempatnya di Kemron naik kedarat.

Naik kedarat berpayah -payah
Yaitu ketika PADUKA RADEN NAYU ZAKIAH
Disampaikan juga ia ke Mekkah
Setelah selesai hajatnya wafatlah Ia.

Wafatnya itu dinegeri yang teralah
maka kuburnya itu ditempat makla.
Bersama dengan qubur anak saudaralah
yaitu putra PENGERAN PRABU.DERATDJAH ABDULLAH




17

Pada tahun 1312 hari selasa keluar dari Palembang pergi haji ibunda kami NYONYA HAJAH FATIMAH beserta anak cucu bejumlah 14 orang dan tanggal 16 bulan itu juga wafat RADEN MUHAMMAD. DHIFA bin RADEN HAJI HASAN di Singapore.

Kemudian dari itu hai anakda
Anakda bersaudara beserta bunda.
Pergi ke Mekkah terlalu gundah
Dikarantina di Jazirah dekat Jeddah.

Dekat Jedah demikian peri
Duduk disitu lima hari
Disampaikan Allah kedalam negeri
Makkatul musyarrofah yang berseri-seri

Berseri-seri demikian itu
Telah sempurna hajatnya disitu
Wafatlah pula anakda satu
RADEN MUHAMMAD. SAMAN namanya itu.

Pada tahun 1313 tanggal 11 Syawal keluar dari Palembang pergi haji RADEN HAJI ABDUL HABIB serta dengan anaknya dan seorang anak saudaranya dari Mentok.

Demikian lagi dari pada ayahda
dari Palembang membawa anakda
Hendak menyussul paduka Bunda
di negeri Mekkah yang telah sudah

Telah sudah itu perkara
Dari anak saudara
Singgah Palembang sampai di Singapore
Mendadak sakit tiada ketara
18

Tiada kira sakitnya itu
Kata dukun cacar tak metu
Sudah takdir suratan disitu
RADEN MUHAMMAD . QOSIM wafatlah disitu

Wafatlah ia dikuburkanlah
di perkuburan SAID JANET disitulah
Rasa hari bagaikan di belah
Dengan takdir Haq Taala

Haq Taala Janjinyalah sudah
Menjadi suka didalam dada
Betapa gerangan ayahda bunda
Mendengar itu anaknya telah berpindah

Pada saat itu ayahda bunda RADEN QOSIM masih berada dalam pengasingan di Ambon seperti tersurat dalam cerita rombongan anak cucu SRI PADUKA SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN tahun 1298 dengan jumlah 25 orang.

Pada tahun 1316 tanggal 10 Rabiul awal sampai di Singapore dari Mekkah RADEN HAJI ABDUL HABIB dua beranak RADEN HAJI HASAN delapan beranak.

Pada tahun 1316 tanggal 9 bulan Syawal anakda RADEN ABDUL RACHMAN keluar dari Palembang pergi menunaikan haji, perginya sendirian.

Kemudian anakda yang kedua
Naik ke Mekkah seorang jua.
Singgah di Kemron demikian jua
Sampai di Mekkah tiada kecewa

19

Telah sampai hajatnya pulanglah ia
Lagi tinggal di Mekkah Paduka Bunda
Serta seorang anakda, dua adinda
Lamanya di Mekkah banyaklah paedah

Banyak faedah terlalu amat
Karena Bunda sakit-sakit sangat
Kaki tangan tak boleh diangkat
Mengharap ayahda akan mendapat

Pada tahun 1317, 20 bulan Rabiul awal sampai di Singapore dari Palembang RADEN HAJI ABDUL HABIB yaitu murid PENGERAN SURYO KESUMO MUHAMMAD.ARSAD.

Adapun RADEN HAJI HABIB yaitu
Atas kediaman tidaklah tentu
Adalah banyak anak dan mantu
Itupun tidak di negeri satu

Ada di Palembang Banyuwangi negeri
Dan yang lain belum beristeri
Dan yang di Mekkah hendak digari
Dimasa itulah menuliskan peri

Perihal seperti cerita
Supaya diketahui oleh ank cucu kita
Dari mana asl keturunan kita
Janganlah berbuat piil yang lata


Piil yang lata sudah terperi
Beserta pula jangan membesarkan diri.
Bacalah kitab ilmu yang bahari
Itulah yang dipesan malam dan hari.

Malam dan hari ketika bersama
Yaitu talmizi PENGERAN SURYO KESUMO
Beserta di pesan PADUKA KERAMA
Bersaudara mufakat yang terutama

Yang terutama Piil kelakuan
Jikalau tidak akhirnya tidak keruan
Adapun yang kita ketahuan
Yaitu beberapa kenyataan

Telah ditakdirkan oleh Tuhan yang kaya
Maka diperintah oleh kapir yang aniaya
Jikalau dianugrai akal dan daya
Baiklah ke Mekkah negeri yang mulia

Negeri yang mulia sudahlah pasti
Berbuat iabdat bersungguh hati
Mudah-mudahan diteri Gusti
Tinggal di Mekkah sampailah mati

Alhamdulillah berkat do'a Paduka Bunda
Tambang kapal yang sudah-sudah
100 Ringgit pergi pulang ke Jeddah
Sekarang 50 pula berpindah




21

Adapun keluar dari Singapore itu
Sore-sore Jum'at malamnya Sabtu
Tanggal 2 Syawal bilangannya itu
Sampai dilabuan Jeddah pukul sepitu

Pukul sepitu malam harinya
Dua puluh Syawal hari bulannya
Turunkan sambuk Jeddah negerinya
Maka diserunda dengan kapal api adanya

Kerantina di Jazirah yang dekat Jeddah
Lima hari disitu yang sudah-sudah
Kemudian naik ke Sambuk yang sudah ada
Pula dirunda kapal api ke Jeddah

Tidak lagi dipanjangkan peri
Melainkan ke Mekkah juga hendak digari
Dibulan Syawal yang akhiri
Yaitu sembilan likur hari

Sore hari Khomis sampailah
Dinegeri Mekkah yang mulia
Setelah thowab serta sailah
Bersyukur Alhamdulillah

Pada tahun 1320 tanggal 20 bulan Syofar sampai di Palembang dari Mekkah anakda RADEN HAJI USMAN --------------------------------

Sekarang duduk di Mekkah empat ganda
Dua adinda kedengan Ibunda
Seorang anak pun tidak ada
Menjadi sak di dalam dada

22

Didalam dada malam dam hari
Pergi kepasar seorang diri
Telah takdir Tuhan yang Khohari
Tidak boleh kita mungkiri

Tidak mungkir demikian itu
diharapka juga setiap waktu
Mudah-mudahan diterima disitu
Naik ke Mekkah pula satu persatu

Pada Tahun 1322 malam Jum'at 23 Syawal sampai di Mekkah anakda RADEN CEK MUHAMMAD bin RADEN HAJI ABDUL HABIB dari Singapore. Anakda RADEN MUHAMMAD dikirim Bundanya ke negeri Mekkah pada ayahnya yang membawaknya itu namanya "HAJI MUHAMMAD THOYIB Cerbon Negerinya ".

Tahun 1323 hari Isnen 30 Romadhon sampai di Mekkah NYONG MACHMUD dua saudara yaitu NYONG YUSUF bin NYONG BABA MUHAMMAD bin LETNAN YUSUF bin DAING AYUB dari Ternate. Hari Jum'at 8 Zulhijjah RADEN HAJI ABDUL HABIB tidak pergi Ukuf Arofah.

Pada tahun 1323 hari Khomis jam 7,5 - 14 bulan Zulhijjah di dalam negeri Mekkah berpulang kerahmatullah Taala NYONYA FATIMAH binti TUAN HAJI ABAS Ternate, dimakamkan dimakla yang didalam khus SYEH bin HAJAR yang dibinakan oleh SYEH MASAGUS ABDUL HAMID Palembang, yaitu yang disebelah kana rukun khus yang pertama dari pada masuk pada pintunya pedapuran batu yang tertulis pada misan itu HAJI FATIMAH binti HAJI ISMAIL BANJAR ( adalah baginya umur dalam dunia 83 tahun).

Palembang, Agustus 1999

i -

DAFTAR ISI BUKU
Halaman :

1. Peringatan lamanya Raja-raja di dalam negeri Palembang.
2. Pindahnya anak Raja-raja dari tanah Jawa ke negeri Palembang.
3. Raja yang penghabisan memerintah di Palembang hingga sampai hajatnya.
Ibu SUHUNAN ABDUL RACHMAN, Ibu PENGERAN RATU MENGKURAT,.
4. Ibu SULTAN MUHD. MANGSYUR, Ibu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN I, Ibu SULTAN
ACHMAD NAJAMUDDIN, Ibu SULTAN MUHD. BAHAK UDDIN, wafat PENGERAN RATU
MENGKURAT, lahirnya SULTAN MACHMUD BADARIDDIN I, Wafat SUHUNAN ABDUL
RACHMAN, Wafat SULTAN MUHD. MANGSYUR, Wafat SULTAN QOMARUDDIN, Hari
lahirnya SULTAN MUHD. BAHAK UDDIN, Wafat SULTAN ANOM ALIMUDDIN, Wafatnya
SULTAN MACHMUD BADARUDDIN I.
5. Kelahiran SULTAN MACHMUD BADARUDDIN II, daftar saudara-saudaranya.
6. Tanggal wafatnya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN, wafat RADEN MUHD.HANAFIA,
tanggal lahir SULATN ACHMAD NAJAMUDDIN PENGERAN RATU bin SUHUNAN
MACHMUD BADARUDDIN II, tanggal lahirnya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU
ANOM anak SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN, tanggal lahirnya PUTERI PENEMBAHAN
HAMIM, lahirnya PENGERAN PURBAYO ABDUL RACHMAN, tanggal wafatnya SULTAN
MUHD. BAHAK UDDIN,
7. Tahun wafatnya KMS.HAJI ACHMAD, tahun wafatnya RATU AGUNG, tgl lahirnya PENGERAN
PUTRO NATO ALI, tgl lahirnya PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULAH/saudara PRABU
DIRADJAH .
8. Tgl permulaan kembali Belanda kemudian setelah Inggris , tgl berperang SULTAN SUHUNAN
MACHMUD BADARUDDIN II, dengan Belanda, tgl keluarnya SULTAN MACMUD
BADARUDDIN II dari Palembang ke Ternate, tgl keluarnya SUHUN HUSIN DHIA UDDIN dari
Plg ke Betawi, tgl wafatnya SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN, tgl wafatnya PENGERAN
ADIPATI ABDUL RACMAN, tahun keluarnya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU
ANOM ke Manado, tgl kelahiran RADEN MUHAMMAD MAHIN bin PENGERAN PRABU
DIRADJAH ABDULLAH.
9. Lahirnya RADEN MUHAMMAD SAIK, wafat SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin
SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN, tanggal wafatnya KMS. HAJI MUHD. mertua SULTAN
MAHMUD BADARUDDIN / Ayah RATU ZUBAIDAH, tanggal lahir R.MUHD. AMINULLAH bin
PENGERAN PRABU DIRADJA,/ daftar kelahiran saudara-saudaranya.
10. Isteri R. ABDUL SOMAD, isteri RADEN ABDUL MUJIB, isteri RADEN HAJI HASAN, tanggal
dikeluarkan PENGERAN KERAMA JAYA ABDUL AZIM oleh Belanda ke Probolinggo
tanggal./tahun wafatnya SULTAN MECHMUD BADARUDDIN II.
11. Tanggal kelahiran/ wafat Putera/ Puteri PENGERAN PRABU DIRADJAH, tanggal sampai di
Palembang dari Ternate putera/puteri SULTAN SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN .
12. Jumlah Isteri SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN II./ daftar nama masing-masing isteri,
13. Daftar nama masing-masing isteri,
14. Idem.
15. Tanggal wafat PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM, tanggal wafat PENGERAN
PUTRO DINATO ALI, tanggal kelahiran anak R.H. ABDUL HABIB, tanggal wafatnya R. NAYU
AMINAH binti
/16.PENG PRABU DIRADJAH.............



ii
Halaman :

16. PENGERAN PRABU DIRADJAH, tanggal keluar pergi haji P.PRABU DIRADJAH, tanggal
dipanggil Residen anak cucu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN / tanggal dikeluarkan putera
SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN-
17. Daftar nama-nama yang diasingkan, catatan yang turut menutul achlinya. tanggal wafat PENGERAN
KESUMO MUHD ARSYAD Putera ADIPATI ABDUL RACHMAN, tanggal wafatnya
PENGERAN PRABU DIRADJA ABDULLAH.,
18. RADEN HAJI ABDUL HABIB menikah dengan RADEN NAYU AMINAH binti RADEN HAJI
ABDUL HAMID DI Singapore., tahun kelahiran RADEN MUHD. bin RADEN HAJI ABDUL
HABIB, menikahnya RADEN HAJI. ABDUL RACHMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB,
lahirnya RADEN MUCHSIN, wafatnya R.H.M. SAID, tahun berangkat haji rombongan
R.H.A.HABIB, wafatnya R.N. ZAKIAH di Mekkah.
19. Tanggal pulang dari Mekkah, tanggal lahir R.A.ROHIM, tanggal lahir R. AYU MALEHA binti
R.H.A.RACHMAN, wafatnya R.M. MAHIN di Ambon, tanggal berangkatnya isteri PENGERAN
PRABU DIRADJA ke Mekkah/ anak cucunya, tahun sampainya R.M.AMIN bin R.H.A.MUJIB ke
Singapore, tanggal. sampai ke Ambon R.H.A.HABIB.
20. R.H.A. HABIB perjalanan pulang dari Ambon, perjalanan rombongan R>H.A. HABIB pergi haji, tanggal wafatnya R.NAYU/ binti PENGERAN MANGKU NINGRAT/ SOBEHA. isteri R.H.M. SAID bin PENGERAN PUTRO DINATO ALI, tanggal / tahun sunatnya R.H. USMAN di Mekkah, lahirnya R.N.SOBEHA binti R.H.A.RACHMAN, tahun lahirnya RADEN H. SYARIF bin R.H.A. HABIB di Singapore, tanggal wafatnya R.H.A.HAMID bin RADEN LIDDIN di Singapore,--
21. lahirnya R.A. ZAHRA binti R.H.A. RACHMAN.





Y A Y A S A N
KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM
SEKRETARIAT JL. DEPATEN BARU No.218 - 28 ILIR PALEMBANG ( 300142 )


ASAL - USUL
KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM.

( PARA ZURIAT KESULTANAN PALEMBANG )


BISMILLAH HIRRACHMAN NIRROHIM.

Masa pemerintahan Raja-raja atau Sultan-sultan di Kerajaan / Kesultanan Palembang Darussalam

KIGEDING SURO dua puluh dua tahun lamanya 22. pada tahun.
Pada Nabi S.W.966 masa itulah KI GEDING SURO MUDO menjadi Raja Palembang.
Maka diganti Puteranya, KIMAS ADIPATI, dua belas tahun 12 lamanya,
Maka diganti saudaranya PENGERAN MADIANG SOKO, tiga puluh lima tahun lamanya.
Maka diganti saudaranya PENGERAN MADIA ALIT, satu tahun lamanya, maka diganti adiknya PENGERAN SIDING PURO, tujuh tahun lamanya.
Maka diganti oleh keponakannya PENGERAN SIDING KENAYAN putera KEMAS ADIPATI, dua belas tahun lamanya.
Maka diganti oleh misannya / iparnya, PENGERAN RATU MAMANGKURAT, yang setelah wafatnya bergelar PENGERAN SIDING REJAK, dan adalah istana diperkuburannya di sako.
Puteranya SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN, empat puluh lima tahun lamanya.
Maka diganti oleh puteranya SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA, dua belas tahun lamanya.
Maka diganti oleh saudaranya SULTAN QOMARUDDIN, sepuluh tahun lamanya (bergelar SULTAN AGUNG QOMARUDDIN).
Diganti oleh keponakanya putera SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR, SULTAN ANOM ALIMUDDIN.



2

Maka diganti oleh saudaranya SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. tiga pilih lima tahun lamanya.
Maka diganti oleh puteranya, SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN , lima puluh lima tahun lamanya.
Maka diganti puteranya SULTAN MUHAMMAD BAHAK UDDIN, dua puluh tujuh tahun lamanya.
Maka diganti oleh puteranya SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN, sembilan tahun lamanya diatas tahta kerajaan Palembang adanya.............
2



Adapun putera-putera yang mereka sebelum digelarnya yaitu dinamakan Raden yakni SYARIFUDDIN karna adalah Raja-raja yang mereka itu AMIRRUL MUKMININ yaitu KHOLIFAH RASULLALLAH, maka dari sebab itu diberhanakan kepada anak cucunya, dan kemudian dari itu maka digelar PENGERAN RATU, kemudian bergelar SULTAN, kemudian bergelar SUHUNAN maka dari itu ada maknanya dan artinya... dan cerita suatu -suatu zaman masa itu, dan telah mashurlah dari kekayaan serta adilnya Raja-Raja Palembang itu, dan adanya, ............... sahdan telah diriwaayatkan bahwa adalah SAIYID ASSYEH JAMADIL AKBAR itu anak cucu daripada SAIYIDINA HUSIN turun ketanah jawa maka banyaknya anak cucunya jadi Raja-Raja dan orang besar-besar, dan peryai-peryai.......... Adapun SAIYID SYEH JAMALUDDIN AKBAR yang mazhur itu memberanakkan MAULANA ISHAQ dan MAULANA IBRAHIM, dan MAULANA ISHAQ itu memberanakkan SUHUNAN GIRI, maka banyaklah zuriatnay, dan adapun MAULANA IBRAHIM memberanakkan SUHUNAN MAHDUM AMPEL dan inilah banyak anak cucunya pindah kePalembang adanya.

Adapun yang mulai pindah kenegeri Palembang yaitu KI GEDING SURO dengan KIGEDING ILIR, serta membawak rakyat dari Jawa, setelah itu maka jadilah RAJA KIGEDING SURO didalam negeri Palembang, setal wafat KIGEDING SURO, maka diganti oleh KI GEDING ILIR menjadi Raja, sahdan KIGEDING ILIR itu beranakkan KI GEDING SURO, yang digelar KIGEDING SURO MUDO inilah yang menggantikan ayahda Baginda KI GEDING ILIR yang mazhur.

Sahdan KI GEDING SURO MUDO ini berputera/puteri yaitu :
1. NYAI GEDING PEMBAYUN bersuami TUMENGGUNG MONCO NEGORO.
2. RATU MAS ADIPATI bersuami di Jambi
3. KIMAS ADIPATI
4. PENGERAN MADI ANG SOKO
5. PENGERAN MADIA LIAT (KETIB ABANG)
6. PENGERAN SIDING PURO
7. KIYAI MAS KEMBAR tidak beranak
8. NYIMAS KEMBAR.

3



Adapun NYI GEDEH PEMBAYUN itu bersuamikan TUMENGGUNG MONCO NEGORO.

RATU MAS ADIPATI bersuami di Jambi, beranakkan :
1. PENGERAN DEPATI ANOM JAMBI,
2. SULTAN AGUNG JAMBI

KIMAS ADIPATI itu memberanakkan PENGERAN RATU, yang kemudian dari wafatnya digelar PENGERAN SIDING KENAYAN, suami RATU SUNUHUN wafatnya pada tahun 1061. dari tahun Hijrah. dan saudara PENGERAN RATU SIDING KENAYAN itu, yaitu KIMAS MARTA KESUMA

PENGERAN MADIANG SOKO itu beristeri anak PENEMBAHAN KALINYAMAT, beranakkan dua yaitu :
1. RATU MAS DIPATI ANOM
2. RATU MAS ARYA,

RATU MAS ADIPATI ANOM bersuami PENGERAN ADIPATI JAMBI, adapun RATU MAS ARYA bersuami yang pertama putera TUMENGGUNG MANCO NEGORO yaitu RADEN JAYANG SARI dan digelar pula dia RADEN ARYA, dan wafat RADEN ARYA, maka bersuami pula dengan RADEN SANTERI yang digelar pula PENGERAN PURBA NEGARA yaitu anak KIPATIH JAMBI.

Adapun PENGERAN MADIA ALIT ( KETIB ABANG ) itu beristeri puteri dari Surabaya, yaitu beranak dua:
1. NYIMAS, bersuami KMS HAZAIRIN
2. NYIMAS MARTA YUDA bersuami KIMAS MARTA YUDA bin KI PANCA TANDAH.

Adapun PENGERAN SIDING PURO, beristeri NYI LAKITAN binti KIAI BINAYA SIDAN JATI, beranak RATU ANOM, RATU ANOM bersuami RADEN ARYA bin PENGERAN SIDING PESARIAN, kemudian bersuami kedua kalinya PENGERAN SIDING REJEK, PUTERA PENGERAN SIDING PESARIAN juga.
4




BISMILLAH HIRROHMAN NIRROHIM

Bermula raja yang penghabisan yang adalah ia tetap didalam kerajaan hingga sampai wafatnya didalam negeri Palembang, yaitu SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN bin SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA . bin SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA bin SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN bin PENGERAN MENGKURAT yang digelari PENGERAN SIDING PESARIAN bin TUMENGGUNG MANCO NEGORO. adanya ---

Syahdan bersalahan mereka yang menceritakan ialah TUMENGGUNG MANCO NEGORO itu; kata setengah mereka itu adalah TUMENGGUNG MANTIK gelarnya dari negeri Barawa berpindah ke Palembang, maka TUMENGGUNG MANTIK itu dijadikan KI GEDING KARANG PANJANG, dan TUMENGGUNG MANTIK itu beranakkan KI PACA TANDAH.

KI PACA TANDAH itu beranak dua :

1. TUMENGGUNG MONCO NEGORO
2. KIMAS MARTA YUDA.

dan kata setengah mereka adalah PENGERAN ARYA KESUMO CERBON beranak dua,

1. ADIPATI SUMEDANG
2. ADIPATI PANCA TADAH,

dan ADIPATI SUMEDANG itu beranakkan TUMENGGUNG MONCO NEGARA dan ADIPATI PANCA TANDA itu berpindah ia ke Palembang, dan TUMENGGUNG MONCO NEGORO itu mengikut mamaknya.---


--------------- o0o ---------------


5



Adapun ibu PENGERAN RATU MANGKURAT (PENGERAN SIDING PESARIAN ) NYAI GEDING PEMBYUN, dan anak KIMAS ANOM bergelar KIGEDING SURO MUDO juga digelari ADIPATI INGSURO, dan KIMAS ANOM anak KI GEDING ILIR, dan KI GEDING ILIR adalah anak raja-raja dari negeri Surabaya.---

Adapun ibu SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN, maka yaitu MASSAYU ADIA WIGAYA yang di gelar RATU MAS MANGKURAT binti KIMAS PANJI WIRO SINGO bin TUMENGGUNG BANYU bin KI GEDING MEMPELAM bin KI GEDING SUNGI dan KI GEDING SUNGI itu beranak Raja-raja dari negeri Tandunan dan Tandunan itu di darat negeri Surabaya.------

Adapun ibu SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA itu, yaitu RATU AGUNG, dan RATU AGUNG itu anak KIMAS MARTA YUDA dan KIMAS MARTA YUDA itu anak KIMAS MARTA YUDA TUA dan KIMAS MARTA YUDA TUA itu anak KI PANCA TANDAH dan KI PANCA TANDAH itu anak KI GEDING KARANG PANJANG adanya.----

Adapun Ibu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA itu adalah orang dari negeri Jambi adanya.--------

Adapun Ibu SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN itu, maka yaitu RADEN NAYU CIBLUNG dan RADEN NAYU CIBLUNG itu anak PENGERAN SURYO WIKRAMA SUBAKTI itu anak SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN adanya .-----

Adapun Ibu SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN itu maka yaitu RADEN NAYU MURATI yang digelar akan dia RATU SEPUH , RADEN NAYU MURATI itu anak PENGERAN SURYA KESUMO CENGEK bin PENGERAN PURBAYA bin SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR.JAYA-ING LAGA ---------

--------------- o0o ---------------

6



Pada tahun 1062 dari pada hijrah Nabi S.W. wafat PENGERAN RATU MANGKURAT yang digelarkan dia dari pada wafatnya PENGERAN SIDING PESARIAN dipemakamannya di Palembang Lama.--------

Pada tahun 1103 dilahirkan SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA.

Pada tahun 1119 wafat SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN maka istana pemakamannya di Candi Walang.----------

Pada tahun 1126 wafat SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA, maka istana pemakamannya di Kebon Gedeh adanya.------
Pada tahun 1136 wafat SULTAN QOMARUDDIN, yang digelar SULTAN AGUNG QOMARUDDIN maka istana pemakamannya di Palembang lama, dan SULTAN QOMARUDDIN itu adalah adik SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA yang seibu seayah adanya.--------

Pada tahun 1141 dan pada malam selasa yang ke lima belas hari Bulan Sakban dilahirkan SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN.-----------

Pada tahun 1148 wafat SULTAN ANOM ALIMUDDIN, maka tempat pemakamannya di Kebon Gedeh adanya.----- dan SULTAN ANOM ALIMUDDIN itu adalah kakandanya SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA yang seibu seayah.------------

Pada tahun 1171 pada malam sabtu yang ke empat hari bulan Muharam wafat SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. maka istana pemakamannya di Lemabang, dan baginya umur didunia enam puluh delapan (68) tahun. --------------



--------------- o0o ---------------


7



SULTAN MUHAMMAD MANSYUR

SULTAN MUHAMMAD MANSYUR menjadi Raja di Kesultanan Palembang tahun 1118 dan wafat tahun 1126, serta dimakamkan di Kebon Gede. Mempunyai Putera / Puteri sebagai berikut :

I. Dari Isterinya NYIMAS SUNGUK (Puteri dari Negeri Jambi)

1. SULTAN ANOM ALI MUDDIN istanah pemakamannya di Kebon Gede
2. RADEN NAYU GARIAN
3. SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA
4. RADEN BUNCIT (PANGERAN DIPO KESUMO)
sebelum bersuami dengan SULTAN MUHAMMAD MANSYUR, NYIMAS SUNGUK telah bersuamikan KIYAI TUMANGGUNG SANTABAYA dan tidak berputra.


II. Dari isterinya Puteri RADEN ARIA bin PANGERAN SIDING PESARIAN, yaitu :

1. PANGERAN PURBAYO
2. RADEN NAYU PENENGGAK bersuami PANGERAN MARTA WIJAYA

III. Dari Isterinya RATU MAS PUTERI, yaitu :

1. MASAYU GADAH
2. MASAYU TIBA
3. PANGERAN ADIA MENGGALA
4. RATU MAS GELAMAK (tidak beranak)




IV. Dari Isterinya RATU MAS DANGUR, yaitu : RATU MAS DANGUR ini sebelum menjadi Isteri SULTAN MUHAMMAD MANSYUR, telah menjadi Isteri dari PENGERAN ADI PATI, Kakandanya SULTAN MUHAMMAD MANSYUR.

1. RADEN NAYU SAMADI bersuami RADEN BUMA bin PANGERAN PURBA NEGARA mantu PANGERAN ADIA NINGRAT bin PENGERAN SIDING REJEK, ber Putera :

1). PANGERAN NATA KERAMA
2). RADEN NAYU ARIA

2. RADEN SULUB tidak beranak

3. RADEN NAYU MANDARAGA bersuami RADEN BASUKI bin PANGERAN MANDURA bin PANGERAN PULANG JIWA mantu PENGERAN SIDING PESARIAN.

4. RADEN BADUT bergelar PENGERAN CAKRA WIJATA.

5. RADEN NAYU PATI bergelar RADEN NAYU PENGHULU bersuamikan PENGERAN PENGHULU.

6. RADEN BALAI GETIH bergelar PANGERAN ADI PATI

7. RADEN BALAI KECIK bergelar PANGERAN JAYA WIKRAMA

8. RADEN NAYU GETIH bersuamikan RADEN KARTA SURO dan mempunyai Putera RADEN NAYU KARTIKA, kemiadian bersuami kedua dengan PENGERAN KERAMA JAYA HAJI, maka beranakan RADEN NAYU SUMA DINATA.

9. RADEN NAYU KECIK bersuamikan PENGERAN KERAMA DINATA.


10. RADEN NAYU PENENGAH bersuamikan PENGERAN PURBO NEGARA bin PENGERAN PURBA NEGARA mantu PENGERAN ADI NINGRAT, Putera PENGERAN SIDING REJEK, dan mempunyai Putera :

1). RADEN BUHRAN
2). RADEN NAYU KASHIAH
3). RADEN NAYU ROBIAH
4). RADEN SITI












SULTAN MACHMUD BADARUDDIN
JAYA WIKRAMA

Menjadi Raja di Kesultanan Palembang tahun 1136 dan wafat tahun 1171 serta dimakamkan di Kawa Tekurep Lemabang 3 Ilir Palembang.

Mempunyai putera puteri sebagai berikut

I. Dari isterinya RADEN NAYU CIBLUNG binti PANGERAN SURYO WIKRAMA SUBAKTI adalah

1. RADEN BELATI bergelar PANGERAN RATU meninggal di waktu terjadi orang mengamuk di istana kesultanan Palembang.

2. SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDIN.


II. Dari istrinya RATU PUTRI binti SULTAN AGUNG QOMARUDDIN

1. RADEN GEDIH / RADEN MUHAMMAD ZEN bergelar PENEMBAHAN. (RATU itu janda dari PAGERAN ARYA KESUMO bin PAGERAN PURBAYA bin SULTAN MUHAMMAD MANSYUR).


III. Dari istrinya YANG ZAMIAH bergelar MASSAYU PUTERI DATUK DALAM bin DATUK NANDAM / CINA SIANTAN adalah

1. RADEN NAYU JENDUL
2. RADEN RUSTAM
3. RADEN PILIT bergelar PANGERAN BANJAR KUTAMA
4. RADEN NAYU FATIMAH
5. RADEN NAYU AISYAH
11



IV. Dari Isterinya NYIMAS MISEM

1. RADEN TUMENGGUNG / bergelar PAGERAN SURYO DILAGO

2. RADEN BALI bergelar PANGERAN NATA KESUMO, tidak berputera

3. RADEN NAYU BUGIS, bersuami PANGERAN PENGHULU BULE putera KIAI PENGHULU bin PENGHULU LEMAH LUHUR yang didarat lemabang yaitu asal dari negeri Kuddus di tanah Jawa RADEN NAYU BUGIS berputera :

1). RADEN NAYU ASIA,
2). RADEN BADAR..
3). RADEN NAYU SITI
4). RADEN NAYU HUSNAH
5). RADEN MUHAMMAD SOLEH
6). RADEN NAYU HAKIMI
7). RADEN ZULAIHA
8). RADEN MUHAMMAD HOLIL.

4. RADEN CUPIT / bergelar PANGERAN SUMA DILAGO

V. Dari Isterinya NYIMAS PIAH

1. RADEN NAYU MARYAM bersuami PANGERAN ADIA WIKRAMA putera PANGERAN KERAMA DINATA (mantu SULTAN MUHAMMAD MANSYUR ) berputera :

1). RADEN NAYU SURA WIJAYA
2). RADEN NAYU MARDHIAH'


2. RADEN NAYU MARYA bersuami RADEN ALI, berputera :

1). RADEN HASAN beristeri Masyayu MARYAM binti RADEN LABU.
2). RADEN NAYU SYARFIAH


3. PANGERAN SULAIMAN (Wafat lagi kecil)


VI. Dari Isterinya MASYAYU DALAM binti HAJI ABDUL KHOLIK.

1. RADEN NAYU KARIMAH bersuami RADEN BURHAN bin PANGERAN PURBAYA (Mantu SULTAN MUHAMMAD MANSYUR), berputera :
1). RADEN NAYU SUTA WIJAYA

2). RADEN NAYU ALIMAH.bersuami RADEN SYARIF ALKHUSIN bin PANGERAN SYARIF AL HUSEN berputera :

(1). PANGERAN ASSYARIF ALKHUSEN
(2). ASSYAID ACHMAD
(3). SYARIFAH MARYAM GUMBAK
(4). ASSAID ABUBAKAR
(5). ASSAID ABDULRACHMAN
(6). ASSYARIFAH ALWIYAH
(7). ASSYARIFAH AISYAH
dan. ASSYARIFAH KHODIJAH dan ASSAID AL MUCHSIN itu keduanya bukan dari Ibunya RADEN NAYU ALIMAH


3). RADEN NAYU ASHIMAH.
4). RADEN HABIB.
5). RADEN ILYAS.
6). RADEN MUHAMMAD HASIN
7). RADEN YUNUS.
8). RADEN MAKMUN
dan RADEN NAYU ASMA, RADEN NAYU AYU, RADEN NAYU HABIBAH


VII. Dari istrinya NYIMAS RAPAT berputerakan

1. RADEN NAYU AMINAH, bersuamikan PANGERAN ADIAWIKRAMA, duda dari saudaranya RADEN NAYU MARYAM, maka RADEN NAYU AMINAH itu berputerakan

1). RADEN NAYU BAIDAH
2). RADEN MUHAMMAD ALI
3). RADEN NAYU ARFAD
4). RADEN ACHMAD TIMBIL
5). RADEN MUHIBAD
6). RADEN NAYU NUR TIFA
7). RADEN MUHAMMAD AMIN
8). RADEN NAYU THOIBA

selain itu MASAGUS ISHAK, MASSAYU DINA, MASSAYU SOPIAH, MASSAGUS BETUK, mereka itu bukan dari Ibu RADEN NAYU AMINAH.



VIII. Dari Isterinya NYIMAS BAKUL berputra :

1. RADEN NAYU SUMBUL bersuamikan ASSYAID IDRUS, berputrakan :

1). ASSA ..... FA MUZNAH

2). ..........



IX. Dari Isterinya NYIMAS MAIMAH berputra :

1. PANGERAN MUHAMMAD YUSUF (tidak berputra)
2. PANGERAN CIK
3. RADEN NAYU JAMILAH
4. RADEN NAYU JAMILAN (wafat lagi kecil)

X. Dari Isterinya NYAI DALAM (orang Cina dari Semarang)

1. RADEN NAYU ROPIAH
2. RADEN USMAN bergelar PANGERAN NATO KESUMO
3. RADEN NAYU SALIMAH


XI. Dari Isterinya ..................................... (belum bertemu nama Isterinya)

1. RADEN KOMERING
2. RADEN BELITI
3. RADEN MUHAMMAD HUSIN
4. RADEN IBRAHIM
5. RADEN NAYU NATIJAH
6. RADEN NAYU SYOPIAH
7. RADEN NAYU DARIAH
8. RADEN NAYU KAPIAH


SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN

Tareh menjadi Raja SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN Putera SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA, pada tahun 1171 tiga puluh empat tahun beluaipun wafat / 1190, maka istana pemakamannya di Lemabang 3 Ilir Palembang.

Adapun Isteri dan anak-anaknya adalah sebagai berikut :

I. Dari Isterinya RATU SEPUH (RADEN NAYU MURATI)

1. SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN

2. PANGERAN DIPO KESUMO BALKIAH

3. PANGERAN PURBAYO ABDULLAH

4. RADEN NAYU JAYA KESUMO

5. RADEN NAYU ADI WIJAYA bersuami PANGERAN ADIA WIJAYA anak RADEN BUTUR, RADEN BUTUR itu mantu SULTAM MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA

6. RADEN NAYU NATA WIKRAMA bersuamikan PANGERAN NATA KERAMA bin PENGERAN NATA WIKRAMA menantu SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA

7. RADEN SAWAL beranakkan :

1). RADEN NAYU RAUDHO
2). RADEN NAYU ZAENAB DUKUN

16



II. Dari Isterinya MASSAYU KEDATON (anak RAJA BERUNAI)

1. PANGERAN SURA WIJAYA SAMSUDIN
2. PANGERAN SUTAWIJAYA SAHABUDIN
3. RADEN NAYU HABIBAH

III. Dari Isterinya NYIMAS BANAWATI

1. RADEN NAYU MARIAH
2. RADEN NAYU LATIAH
3. RADEN ALI

IV. Dari Isterinya MASSAYU KECIK binti PANGERAN ADIA WIJAYA

1. PANGERAN KESUMO WIJAYA


V. Dari Isterinya MASSAYU SAIDAH binti REDEN TAKAL bin PANEMBAHAN bin SULTAN ABDUL RACHMAN

1. PANGERAN SUTADINATA
2. PANGERAN SUTOWIKRAMA


VI. Dari Isterinya MASSAYU KASIAH

1. RADEN NAYU HASANAH bersuami dua kali, pertama RADEN HABIB bin RADEN BURHAN dan kedua dengan PANGERAN SUMANEGARA

2. RADEN NAYU JAMALIA




VII. Dari Isterinya MASSAYU BURI binti ENCIK JAKPAR MENTOK

1. RADEN NAYU CEK BURI


SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN

Pada tahun 1181 malam ahad sehari bulan Rejab, jam 9 (sembilan) dilahirkan SULTAN SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN itu RATU AGUNG binti DATUK MARNI bin ABDULLAH ALHADADI, adapun SULTAN MACHMUD BADARUDDIN itu ada sembilan saudara yang seibu seayah, yaitu:

1. RADEN NAYU PURBA NEGARA BALKIAH

2. RADEN NAYU MANGKU NEGARA HAMIDAH

3. RADEN NAYU WIKRAMA HASYIAH

4. SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU).

5. SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN

6. RADEN NAYU SUTA WIKRAMA BARRIAH

7. RADEN MUHAMMAD HANAFIAH

8. PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM

9. PENGERAN ADIPATI ABDULRACHMAN

Tareh dilahirkan semuanya itu tersebut dibawah ini :

1. Tahun 1175 malam Isnen delapan hari bulan syofar jam 3 dilahirkan RADEN NAYU PURBA NEGARA NAKIAH

2. Tahun 1177 malam Jum'at 3 hari bulan Rejab jam 2 dilahirkan RADEN NAYU MANGKU NEGARA HAMIDAH

19



3. Tahun 1180 malam sabtu 28 bulan Muharam jam 10 dilahirkan RADEN NAYU WIKRAMA HASYIAH.

4. Tahun 1181 malam Ahad sehari bulan Rejeb jam 09. dilahirkan SRI SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ).

5. Tahun 1183 sehari bulan Syawal jam 4 dilahirkan SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN.

6. Tahun 1186 malam Jum'at 6 hari bulan Muharam jam 7 dilahirkan RADEN NAYU WIKRAMA BARRIAH

7. Tahun 1190 hari Sabtu 9 Zulhijjah jam 12 dilahirkan RADEN MUHAMMAD HANAFIAH.

8. Tahun 1192 hari Sabtu 17 bulan Syawal jam 8 dilahirkan PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM.

9. Tahun 1195 hari Isnen 8 Robiul akhir jam 6.30 dilahirkan PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN.--------------------

Pada tahun 1190 malam Isnen 6 hari bulan Zulkoidah wafat SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN, maka istana pemakamannya di Lemabang.

Pada tahun 1200 hari ahad sehari bulan Zulhijjah jam 2 wafat RADEN MUHAMMAD HANAFIAH bin SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN, dan baginya umur didalam dunia 10 tahun 19 hari dan dua jam, dimakamkan di Lemabang.







Pada tahun 1206 malam Sabtu 14 hari bulan Rabiul akhir jam 4, dilahirkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU bin SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN ibunya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU itu adalah RATU SEPUH ASMA binti PENGERAN ADIPATI BANJAR KUTAMA bin SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. Adapun SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU itu 13 bersaudara yang seibu seayah, semuanya dilahirkan di Palembang.

Pada tahun 1211 hari Khomis 14 bulan syofar jam 12, dilahirkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN, dan Ibunya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM itu RATU NAKIAH binti PENGERAN SURYO WIKRAMA DAWAU bin PENGERAN SURYO DILAGA bin SULTAN MAHMUD BADARUDDIN, adapun SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN itu yang digelar oleh Belanda setelah kemudian dari pada SRI SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU) keluar dari Palembang.

Pada tahun 1212 malam Selasa 24 hari bulan Rabiulakhir jam 7 dilahirkan RADEN NAYU KESUMO NAKIAH binti PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM dan ibunya RADEN NAYU KESUMO NAKIAH itu RADEN NAYU PENEMBAHAN UMMUHANI binti PENGERAN SURYO SYAMSUDDIN bin SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN, dan ibunya PENGERAN SYAMSUDDIN itu MASSAYU KEDATON anak raja-raja negeri Berunai adanya.

Pada tahun 1214 hari Selasa 1 Syawal jam lima, dilahirkan PENGERAN PURBAYA ABDUL RACHMAN bin PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, dan ibu PENGERAN PURBAYA ABDUL RAHIM itu RADEN NAYU ADIPATI SARIMAH binti RADEN MULYA KESUMA, dan RADEN MULYA KESUMA itu anak Raja-raja dari negeri Matan dan ibu RADEN NAYU ADIPATI SARIMAH itu DAING MALIA dan DAING MALIA itu anak Raja-raja dari negeri Bugis, dan adalah PENGERAN PURBAYA ABDUL RAHIM itu masih mendapati zaman SULTAN MUHAMMAD BAHA UDDIN 4 tahun 2 bulan 21 hari dan 2 jam.
21



Pada tahun 1218 tanggal 22 bulan Zulhijjah jam 3 hari isnen, wafat SULTAN MUHAMMAD BAHA UDDIN, dan adalah baginya umur didalam dunia 77 tahun 4 bulan 7 hari, maka istana pemakamannya di Lemabang adanya.

Pada tahun 1215 wafat KEMAS HAJI ABDULLAH maka pemakamannya di Talang Kerangga, dan KMS.H. ABDULLAH dimakamkan di Kuwiran.

Pada tahun 1228 malam ahad 10 hari bulan Romadhon jam 3 wafat RATU AGUNG binti DATUK MARNI bin ABDULLAH ALHADADI, maka istana pemakamannya di Lemabang.

Pada tahun 1220 hari Sabtu yang ke 11 bulan Jemadil akhir jam 11 dilahirkan PENGERAN PUTRO DINATO ALI itu NYAYU ROBIAH.

Pada tahun 1230 malam Jum'at yang ke 12 hari bulan Romadhon dilahirkan PENGERAN PRABU DIRADJA ABDULLAH bin SULTAN SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN PANGERAN RATU bin SULTAN MUHAMMAD BAHA'UDDIN, ibunya PENGERAN PRABU DIRADJA itu MASSAYU RATU ZUBAIDAH binti KEMAS HAJI MUHAMMAD bin KEMAS HAJI ACHMAD bin KEMAS ABDULLAH bin KEMAS NURUDDIN bin KEMAS SYAHID bin SUHUNAN QUDUS, bin SUHUNAN WANDUN, dan ibunya MASSAYU RATU ZUBAIDAH itu NYAYU KALSUM binti KERANGGA JIPUTRA, dan KERANGGA JIPUTRA itu Jawi pakin. dan adapun PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH itu sembilan (9) bersaudara yang seibu seayah, yaitu :

1. RADEN NAYU HAZIMAH

2. RADEN NAYU NAJIMAH KERAMA DIWONGSO

3. RADEN NAYU AZIMAH


4. PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH

5. RADEN NAYU NAZIMAH

6. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN

7. PENGERAN PRABU WIRO THOHIR

8. RADEN NAYU ZAKIAH / CEK KECIK

9. RADEN NAYU AMINAH


Adapun saudara-saudara PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH yang seibu seayah yang adalah bersuami dan beristeri yaitu :

1. RADEN NAYU NAJIMAH KERAMA DIWONGSO, suaminya PENGERAN KERAMA DIWONGSO MUHAMMAD ARSAD bin PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, dan PENGERAN KERAMA DIWONGSO itu digelarkan oleh SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN, yaitu PENGERAN SURYO KESUMO, tidak berputera/puteri.


2. RADEN NAYU AZIMAH bersuami SAID UMAR bin MUHAMMAD ASSAGAFF, beranak 6 orang 3 laki-laki dan 3 perempuan, dan ketika wafatnya RADEN NAYU AZIMAH itu meninggalkan 2 anak :

1). RADEN NAYU SYARIFA AISYAH

2). RADEN SYARIF ABDULLAH, semuanya lahir di Ternate.




23



3. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDL RACHMAN itu beristeri SYARIFAH UMI SALMA binti SAID MUCHSIN bin SYAHABUDDIN, mempunyai empat orang anak,
1). R.M. ARIF

2). R.M. NAPIS

3). R.ACHMAD

4). R.N.MAZNAH/CEKNA

semuanya itu dilahirkan di Ternate, dan beristeri lagi PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN dengan NONA PULINI, beranak satu laki-laki di negeri Banyuwangi meninggal masih kecil, inilah saudara PENGERAN PRABU DIRADJAH yang seibu seayah melainkan dua orang yang tersebut itulah saudara PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH itu maka anak dan isterinya tersebut didalam surat ini.


Bahwa ada permulaan kembali Belanda duduk di Palembang kemudian dari pada Inggeris pada tahun 1232 hari selasa 21 bulan Muharam bersamaan tahun Belanda 1816 tanggal 10 bulan Desember adanya.

Berperang SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN dengan Belanda EDLER MONTINGEN hingga tiga hari berperang dengan dua kapal perang Belanda dan satu kota batu (benteng) maka pada hari selasa keluar semua Belanda dari dalam kota Palembang, adapun permulaan berperang pada 19 hari bulan Sakban tahun 1234 dari pada tahun hijrah.

Pada tahun 1236 hari Rabo 4 hari bulan Syawal keluar SRI PADUKA SULTAN SUSUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN PANGERAN RATU serta anak nya PENGERAN RATU SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN dari negeri Palembang oleh Jenderal Dekuk Belanda.


Pada tahun 1240 malam selasa 2 bulan Robiul akhir, keluar SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN dari negeri Palembang oleh Residen Rinset Belanda adanya.

Pada tahun 1240 hari Isnen 4 hari bulan Rejab wafat SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN didalam negeri Betawi, dan baginya umur didalam dunia 56 tahun 9 bulan 3 hari adanya dan dibawa kerangkanya ke Palembang (dimakamkan di Lemabang Palembang).

Pada tahun 1240 pada magrib malam Khomis 13 bulan Zulhijjah wafat PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, dan adalah baginya umur didalam dunia 45 tahun 8 bulan 4 hari san satu setengah jam, dimakamkan di Lemabang.

Pada tahun 1241 dikeluarkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN dari Palembang oleh Residen Riset diambil dari daerah,--

Pada tahun 1250 malam Sabtu 16 bulan Romadhon jam 3 dilahirkan RADEN MUHAMMAD MAHIN bin PENGERAN PRABU DERADJAH ABDULLAH dinegeri Ternate, dan ibunya RADEN MUHAMMAD MAHIN itu NYUNYA KHODIJAH binti DAING HAJI ACHMAD, dan DAING HAJI. ACHMAD itu orang dari Bugis negeri Tuajuk, dan ibu Nyunya KHODIJAH itu Nyunya NUT ASIA PUTI, adapun RADEN .MUHAMMAD. MAHIN itu lima bersaudara yang seibu seayah, yaitu :

1. RADEN ACHMAD
2. RADEN MUHAMMAD MAHIN
3. RADEN NAYU CIK
4. RADEN NAYU AMINAH
5. RADEN MUHAMMAD SAIK

semuanya dilahirkan dalam negeri Ternate.


Pada tahun 1254 malam Isnen 16 Jemadil akhir RADEN NAYU AMINAH/ CEK NAYU.--

Pada tahun 1287 hari Isnen 2 Romadhon dilahirkan RADEN SAIK.--- adapun yang pertama RADEN ACHMAD wafat kecil di Ternate, dan yang ketiga RADEN A. CIK wafat kecil di Ternate, dan yang kelima RADEN M. SAIK wafatnya bujang di Ternate, adapun RADEN MUHAMMAD MAHIN itu beristeri R.A.MASTURA binti PENGERAN PRABU DIKARA YASIN dan isteri keduanya NYIMAS HAJIBAH binti KMS. SAID/TAMBI. dan isteri ketiga Nyunya .....................

Pada tahun 1260 hari yang ke 20 bulan jemadil awal wafat SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN didalam negeri Manado dan baginya umur 59 tahun.

Pada tahun 1253 malam Khomis 23 bulan Sakban jam 11 tupi wafat KEMAS. HAJI.MUHAMMAD. bin KEMAS ACHMAD bin KEMAS. ABDULLAH bin KEMAS. SYAHID, dan adapun KEMAS. HAJI. MUHAMMAD itu lima bersaudara seibu seayah yaitu :

1. KEMAS. ABDULLAH

2. NYIMAS AISYAH wafatnya didalam negeri Mekkah (gadis)

3. KEMAS MUHAMMAD. SAID wafatnya waktu perang Palembang, tidak beranak,

4. KEMAS TAMBI wafatnya bujang.








26



Pada tahun 1260 malam Jum'at 11 bulan Zulhijjah jam 10 didalam negeri Ternate dilahirkan RADEN MUHAMMAD AMINULLAH bin PENGERAN PRABU DIRADJAH dan ibunya RADEN MUHAMMAD AMINULLAH itu Nyunya FATIMAH binti H. ABAS bin H. ABDUL RACHMAN, dan Ibunya Nyunya FATIMAH itu Nyunya GI HASIBAH KALSUM binti LETNAN TINGNI ABDUL RAKIB, adapun R.M. AMINULLAH itu delapan bersaudara yang seibu seayah, semuanya dilahirkan di Ternate, (kedua) :

1. RADEN HAJI ABDUL SOMAD

2. RADEN HAJI ABDUL HABIB,

3. RADEN HAJI ABDUL MUJIB

4. RADEN HAJI HASAN

5. RADEN AYU ZUBAIDAH

6. RADEN AYU AISYAH

7. RADEN AYU NUR.---



Tareh dilahirkan adalah sebagai berikut :

1. Tahun 1262 hari Sabtu 20 Romadhon jam 2 dilahirkan RADEN HAJI ABDUL SOMAD

2. Tahun 1264 hari Rabo 2 Romadhon Jam 2 dilahirkan RADEN HAJI ABDUL HABIB




3. Tahun 1267 hari Sbtu 17 sofar jam 1 dilahirkan RADEN ABDUL MUJIB

4. Tahun 1269 hari Selasa 19 bulan Zulkoidah jam 9 dilahirkan RADEN HAJI MUHAMMAD HASAN

5. Tahun 1272 malam Selasa 14 Rabiul awal jam 4 dilahirkan RADEN AYU ZUBAIDAH

6. Tahun 1276 hari Sabtu 27 Jemadil akhir jam 6 sore dilahirkan RADEN AYU AISYAH

7. Tahun 1280 hari Jum'at 23 Jemadil akhir jam 11 dilahirkan RADEN AYU NUR


Adapun RADEN MUHAMMAD AMINULLAH itu beristeri RADEN NAYU HAJIBAH binti RADEN ABUBAKAR bin SUHUNAN HUSIN DHIAH UDDIN, nikahnya R.M.AMINULLAH itu sisalam negeri Ternate, maka tahun 1281 malam jum'at 20 muharram jam 12 didalam negeri Palembang wafat RADEN MUHAMMAD AMINULLAH meninggalkan seorang anak perempuan RADEN AYU IFAH dan dalam umur 4 tahun ia pun wafat di kuburkan di dekat kuburan ayahnya RADEN MUHAMMAD AMINULLAH di Talang Kerangga.

Adapun RADEN ABDULSOMAD isterinya itu RADEN AYU ABIDIH / CEK NING binti PENGERAN PRABU DIKARA YASIN bin SUHUNAN MAHMUD BADARUDDIN, nikahnya RADEN HAJI ABDULSOMAD itu di dalam negeri Palembang.

Adapun RADEN HAJI ABDUL HABIB maka adlah anak dan isterinya tersebut di dalam buku ini.........


Adapun RADEN HAJI ABDUL MUJIB isterinya itu RADEN AYU AMINAH / CEK NGA binti RADEN MUHAMMAD SAID bin PENGERAN PUTRO MATO ALI bin SULTAN MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN PANGERAN RATU dan pada tahun 1294 pada subuh jum'at 5 muharram di Mekkah tul musyarrofah wafat RADEN HAJI ABDUL MUJIB maka dimakamkan di Ma'la dekat kubur tuan SYEH KEMAS HAJI MUHAMMAD AZHARI bin KEMAS ABDULLAH bin KEMAS ACHMAD dan RADEN HAJI ABDUL MUJIB itu meninggalkan dua orang putera :

1. RADEN MUHAMMAD AMIN
2. RADEN HAJI MUHAMMAD ALI.

Adapun RADEN HAJI HASAN isterinya itu Nyunya FATIMAH binti HAJI JALALUDDIN orang Ternate.-----

Adapun RADEN AYU ZUBAIDAH / CEK UTI, suaminya itu RADEN HAJI HASAN bin PENGERAN PENGHULU MUHAMMAD AKIB, beranak dua orang laki-laki semuanya wafat masih kecil, pada tahun 1292 bulan Rejab wafat suami RADEN AYU ZUBAIDAH Amaka dikuburkan di Talang Kerangga. dan RADEN NAYU NUR wafatnya di Palembang tahun 1282.

Pada tahun 1267 malam Rabo 1 Zulhijjah dikeluarkan PENGERAN KERAMA JAYA ABDUL AZIM bin PENGERAN NATA DIRADJAH dari negeri Palembang oleh Residen Kolonel Diberu Belanda.-

Pada tahun 1269 pagi Jum'at 14 Syofar jam 6 berpulang kerahmatullah SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN PANGERAN RATU di dalam negeri Ternate. dan baginya umur didalam dunia 87 tahun 7 bulan 13 hari dan tujuh jam adalah tengah hari dan tengah malamnya didalam negeri Ternate itu terdahulu dari negeri Palembang 1 jam 58 menit, dan jikalau ditakdirkan wafat SRI PADUKA SULTAN MACHMUD BADARUDDIN itu didalam negeri Palembang, niscaya adalah waktunya itu jam 4 pagi jumat, adapun sebelum gelar SULTAN namanya RADEN HASAN.


29



Pada tahun 1269 dan pada malam Isnen 4 Jumadil awal jam 11 dalam negeri Bacan dilahirkan RADEN. NAYU KALSUM bin PENGERAN PRABU DIRADJAH, adapun RADEN NAYU KALSUM dua bersaudara yang seibu seayah yaitu R.AYU ZAINAB, ibunya Nyunya HAJAR binti NYUNG ACHMAD, keduanya dilahirkan di Bacang. dan pada tahun 1280 dilahirkan R.AYU ZAINAB (pada malam khomis 29 Zulhijjah).-----------

Pada tahun 1270 hari Khomis bulan Robiul akhir, berpulang kerahmatullah MASAYU RATU ZUBAIDAH binti KEMAS. HAJI. MUHAMMAD bin KEMAS. HAJI. ACHMAD didalam negeri Ternate, maka perkuburannya didalam istana kubur SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN.

Pada tahun 1277 malam ahad 2 Rejab didalam negeri Ternate wafat SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin Almarhum SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN dan baginya umur didalam dunia 71 tahun 2 bulan dan 16 hari 21 jam. maka dengan wafatnya Almarhum habislah nama SULTAN Palembang.

Pada tahun 1280 28 bulan Jemadil akhir Putera-puteranya dan isteri-isteri SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN sampai ke Palembang pulang dari Banyuwangi isterinya paduka MASAYU RATU ILIR YANG MAS IRAH binti HAJI ABDULLAH dan puteranya SRI PADUKA yaitu RADEN NAYU CEK BESAK KERAMA DIWANGSA, PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN, RADEN NAYU ZAKIAH/ CEK KECIK, RADEN NAYU MARYAM/CEK NING AYU, PENGERAN PRABU MENGGALO ALWI adanya.









30



Pada tahun 1280 malam Sabtu 29 bulan Zulhijjah putera - putera SRI PADUKA SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN sampai di Palembang pulang dari Ternate yaitu isteri SRI PADUKA RATU ALIT binti PENGERAN SUTO DIKARA, putera-puteranya yaitu ;

1. PENGERAN PRABU WIJAYA HUSIN,

2. RADEN NAYU AZIMAH / CEK AYU,

3. PENGERAN PRABU MENGGOLO UMAR,

4. PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH,

5. RADEN NAYU SIDAH

6. PENGERAN SURYA KESUMO SYEH

7. PENGERAN SURYA MANGGALA MACHDHOR

8. PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUHD. SAPEN

9. PENGERAN KESUMO DIMKIAH MUHD. HANAN,

dan Putera SRI PADUKA yang tidak ikut ke Ternate, yaitu RADEN NAYU KHOTIMAH KERAMA JAYA dan PENGERAN SUTO WIJAYA USMAN, dan PENGERAN SUTO WIJAYA AKIL, dan PENGERAN PUTRO DINATO ALI,.---









31



Syahda adalah banyaknya Putera SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN itu 62 orang dan adalah banyaknya isteri Paduka itu adalah jumlahnya 9 (sembilan) orang, yaitu :

1. EMBUK FATTAH RASMI

2. RATU SEPUH ASMA

3. RATU ANOM QOIYIMAH

4. NYAYU SOLEHA

5. NYIMAS JAIROH, yang pertama dicerai

6. NYAYU ROBIAH, yang keempat dicerai

7. MASAYU RATU ZUBAIDAH, yang kelima dicerai

8. MASAYU RATU ILIR YANG MAS IRAH, yang keenam dicerai

9. RATU ALIT, yang kedua dicerai.




SULTAN SUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN

Mempunyai zuriat sebagai berikut :

I. Adapun putera / puteri dengan Embok FATTAH RASMI hanya seorang, yaitu

1. RADEN NAYU KHOTIMAH KERAMA JAYA, suaminya PENGERAN KERAMA JAYA ABDUL AZIM lahir di Palembang wafatnya di Palembang.


II. Adapun putera/puteri dengan RATU SEPUH ASMA yaitu 13 orang, yaitu:

1. PENGERAN RATU SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN lahir di Palembang wafatnya di Ternate.
2. PENGERAN BUPATI HAMZAH lahir di Palembang wafat di Ternate

3. RADEN NAYU WONGSO WIJAYA HALIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate

4. PENGERAN PRABU KESUMO lahir di Palembang wafat di Ternate

5. RADEN NAYU PURBAYA FATIMAH, suaminya PENGERAN PURBAYA ABDUL RAHIM dilahirkan di Palembang wafatnya di Palembang tidak ikut ke Ternate.

6 s.d 11 (dari enam sampai dengan sebelas) lahir di Palembang wafat di Palembang.


12. PENGERAN PURBAYA HUSIN lahir di Palembang wafat di Timur Kupang.

13. RADEN NAYU AZIMAH CEK AYU lahir di Palembang wafatnya di Palembang kemudian dari pulang dari Ternate.

Dan yang mempunyai zuriat adalah :

1. SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN
2. PENGERAN BUPATI HAMZAH
3. PENGERAN PRABU KESUMO
4. RADEN NAYU PURBAYA FATIMAH

dan RATU SEPUH ASMA wafat di negeri Ternate.


III. Putera/puteri dengan RATU ANOM QOIYIMAH delapan orang, yaitu;

1. PENGERAN PRABU NANDITO MUHAMMAD, lahir di Palembang, wafat di Ternate

2. RADEN NAYU KERAMA NATA HALIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate

3. PENGERAN PRABU DILAGO MUCHSIN lahir di Palembang wafat di Ternate

4. RADEN NAYU QOIYIMAH CEK CIK lahir di Palembang wafat di Ternate

5. RADEN NAYU SALMA lahir di Palembang wafat di Ternate.




34



6. PENGERAN SURYO DILAGA TOH lahir di Palembang wafat di Ternate

7. RADEN NAYU SHIHA dilahirkan di Ternate wafat di Ternate kecil

8. RADEN NAYU NUR lahir di Ternate kecil

Dan anak yang mempunyai zuriat adalah :

1. PENGERAN PRABU NANDITO MUHAMMAD

2. PENGERAN PRABU DILAGO MUCHSIN

3. PENGERAN PRABU DILAGO THO, demikianlah adanya,

dan RATU ANOM QOIYIMAH itu wafat di Ternate.


IV. Adapun putera/puteri dengan NYAYU SOLEHA, yaitu dua orang ;

1. PENGERAN SUTOWIJAYA USMAN, lahir di Palembang wafat di Palembang

2. PENGERAN SUTO WIJAYA AKIL lahir di Palembang wafat di Palembang, keduanya ini tidak ikut ke Ternate, dan mempunyai anak cucu.


V. Adapun putera/puteri dengan NYIMAS JAIROH, dua orang yaitu ;

1. PENGERAN SUTO DIRADJAH ABUBAKAR lahir di Palembang wafat di Palembang

2. RADEN NAYU SALIMAH KERAMA DIRADJAH suaminya PENGERAN KERAMA DIRADJAH bin KEMAS. HAJI MUHAMMAD lahir di Palembang wafat di Palembang keduanya tidak ikut ke Ternate.

VI. Adapun putera dengan NYAYU ROBIAH yaitu satu jua Pengeran

1. PENGERAN PUTERA DINATO ALI,. lahir di Palembang wafat di Palembang tidak ikut ke Ternate, hanya sampai di Betawi.

VII. Adapun putera/puteri dengan MASSAYU RATU ZUBAIDAH binti KEMAS.HAJI. MUHAMMAD berjumlah sembilah orang, yaitu;

1. RADEN NAYU HAJIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate kecil

2. RADEN NAYU NAJIMAH lahir di Palembang wafat di Palembang (K.DIWONGSO)

3. RADEN NAYU AZIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate.

4. PANGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH lahir di Palembang wafat di Palembang setelah pulang dari Ternate.

5. RADEN NAYU NAZIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate.


6. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN lahir di Palembang wafat di Palembang pulang dari Ternate

7. PENGERAN PRABU WIROMA THOHIR lahir di Palembang wafat di Ternate

8. RADEN NAYU ZAKIAH lahir di Palembang wafat di Makkatul musyarofah

9. RADEN NAYU AMINAH lahir di Ternate wafat nya di Ternate kecil

Adapun yang mempunyai zuriat adalah :

1. PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH
2. RADEN NAYU AZIMAH

3. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN
dan RATU ZUBAIDAH wafatnya di Ternate seperti tersebut terdahulu.

VIII. Adapun putera/puteri dengan isterinya RATU ILIR YANG MAS IRAH yaitu sembilan orang :

1. PENGERAN PRABU NATA MENGGALO UMAR lahir di Palembang wafat di Timor Kupang

2. PENGERAN PRABU DIWONGSO ZEN lahir di Palembang wafat di Ternate



3. RADEN NAYU MARYAM CEK NING lahir di Palembang wafat di Mentok

4. RADEN NAYU AZIZAH lahir di Palembang wafat di Banyuwangi

5. RADEN MASHUR lahir Ternate wafat di Ternate kecil

6. PENGERAN IDRUS lahir Ternate wafat Ternate

7. RADEN NAYU CIK lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

8. PENGERAN PRABU NATA MENGGALO ALWIE lahir di Ternate wafat di Mentok

9. RADEN NAYU ALWIYAH lahir di Ternate wafat di Ternate kecil.

Dan yang mempunyai zuriat adalah :

1. PENGERAN PRABU MENGGALO UMAR

2. PENGERAN PRABU MENGGALO/ DIWONGSO MUHAMMAD. ZEN

3. PENGERAN PRABU MENGGALO ALWIE,

Adapun MASSAYU RATU ILIR wafatnya di Mentok setelah pulang dari Ternate.--- tahun1286 tanggal 17 Jemadil akhir jam 8 malam Khomis baginya umur 85 tahun .

Pada tahun 1315 hari Isnen 1 Romadhon jam 1.30 didalam negeri Mentok wafat PENGERAN PRABU MENGGALO ALWI, telah habislah saudara PENGERAN PRABU MENGGALO ALWIE yang seibu seayah, isteri PENGERAN PRABU MENGGALO ALWIE itu Nyona QORIS binti KAPTEN ARSAD bin KAPTEN MUHAMMAD YASIN orang Ternate.
38



IX. Adapun putera/puterinya dengan RATU ALIT binti PENGERAN SUTA DIKARA itu 15 orang, yaitu;

1. RADEN QOSIM lahir di Palembang wafat di pulau Sapari kecil

2. PENGERAN PRABU DIKARA YASIN lahir di Palembang wafat di Manado

3. RADEN NAYU SHIHA lahir di Palembang wafat di Palembang kecil

4. RADEN NAYU SALMA lahir di Palembang wafat di Palembang kecil

5. RADEN NAYU SHIDAH lahir di Palembang wafat di Timur Kupang

6. RADEN NAYU NUR lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

7. PENGERAN KESUMO MUHAMMAD .SYEH lahir di Ternate wafat di Palembang

8. RADEN NAYU AYU lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

9. PENGERAN SURYO MENGGALO MACHDHOR lahir di Ternate wafat di Palembang

10. PENGERAN DIEN lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

11. RADEN NAYU ZAHRA lahir di Ternate wafat di Ternate kecil




39



12. RADEN NAYU HABIBAH lahir di Ternate wafat di Ternate

13. RADEN NAYU LATIFAH lahir di Ternate wafat di Ternate

14. PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUHAMMAD. SAFIN lahir di Ternate pada ketika menulis surat ini 1313 hari Rabo yang ketiga Jemadil akhir hayatnya didalam negeri Ambon beranak beristeri

15. PENGERAN KESUMO DIMKIAH MUHAMMAD. HANAN lahir di Ternate wafat di Palembang.

Dan yang mempunyai zuriat adalah :

1. PENGERAN PRABU DIKARA YASIN

2. PENGERAN SURYO KESUMO SYEH

3. PENGERAN SURYO MENGGALO MACHDHOR

4. PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUHAMMAD. SAFIN

5. PENGERAN KESUMO DIMKIAH MUHAMMAD. HANAN,

Adapun RATU ALIT wafatnya di Timur Kupang pada tahun 1300 malam Sabtu 28 hari bulan syawal jam 10 adanya .----








40



Tahun 1304 dilahirkan RADEN ZAINAL WALIDIN bin PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUHD. SAFIN (1304 malam Jum'at 14 Robiul awal.

Pada tahun 1281 malam ahad yang ke 7 bulan Jemadil akhir jam 4 wafat PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM bin Almarhum SULTAN MUHAMMAD BAHAK UDDIN, maka pekuburannya di Talang Putera Semut

Pada tahun 1283 hari Khomis 14 Julhijjah, nikah RADEN HAJI ABDUL HABIB bin PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH dengan RADEN NAYU MALEHA CEK BESAK binti RADEN MUHAMMAD SAID bin PENGERAN PUTRO DINATO ALI bin SULTAN MACHMUD BADARUDDIN, didalam negeri Palembang, dan ibunya RADEN NAYU MALEHA CEK BESAK NYAYU SYOBEHA binti PENGERAN MANGKU NINGRAT di 16 Ilir Sungai Rendang

Pada tahun 1286 hari Sabtu 18 bulan syofar jam lima sore, wafat PENGERAN PUTRA DINATO ALI bin Almarhum SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN. maka dimakamkan di Talang. KMS. kemudian dipindahkan di Lemabang dekat dengan Isterinya.

Pada tahun 1286 hari Selasa 28 Syofar jam lima sore dilahirkan RADEN MUHAMMAD SAID didalam negeri Palembang kampung 16 Ilir Sungai Rendang. dan pada tahun itu juga wafat RADEN MUHAMMAD ALI tanggal 11 bulan Robiul awal Sabtu jam 4 sore dan di makamkan di Talang Kerangga Jiputra dan RADEN MUHAMMAD ALI itu ada 8 saudara yang seibu seayah semuanya lahir di Palembang

2. tahun 1291 malam selasa 12 robiul awal jam 4.30 lahir RADEN ABDUL RACHMAN

3. tahun 1295 hari ahad 15 syofar jam 8 dilahirkan RADEN MUHAMMAD SAMMAN

4. tahun 1297 hari isnen 7 syofar jam 8 dilahirkan RADEN UMAR

41


5. tahun 1299 hari Rabo 11 robiulakhir jsm 9.30 dilahirkan RADEN USMAN

6. tahun 1301 hari selasa 6 jemadil akhir jam 8 dilahirkan RADEN AYU ALWIYAH

7. tahun 1303 hari rabo 3 zulhijjah jam 11 dilahirkan RADEN ABDULLAH

8. tahun 1305 hari selasa 27 sakban jam 4.30 sore lahir RADEN ZUBAIDAH

Adapun dari kedelapan saudara yang seibu seayah tersebut yang mempunyai zuriat adalah :
1. RADEN HAJI ABDUL RACHMAN
2. RADEN HAJI UMAR
3. RADEN HAJI USMAN

Pada tahun 1307 wafat RADEN NAYU MALEHA CEK BESAK binti RADEN MUHAMMAD SAID bin PENGERAN PUTRO DINATO ALI, maka di makamkan di Talang Kerangga Jiputra (1307 pagi jum'at 2 syawal jam 6 ) ------ waktu wafatnya meninggalkan lima anak yaitu :

1. RADEN HAJI ABDUL RACHMAN
2. RADEN HAJI MUHAMMAD SAMMAN
3. RADEN HAJI UMAR
4. RADEN HAJI USMAN
5. RADEN AYU ALWIYAH

Pada tahun 1289 hari kamis 2 zulhijjah wafat R.AYU AMINAH binti PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH, maka di makamkan di Talang Kerangga Jiputra, di waktu wafatnya RADEN HAJAH AMINAH meninggalkan 3 orang anak :

1. RADEN AYU SALMA
2. RADEN A. AZIS
3. RADEN HAJI NUR AINI



Adapun suami RADEN AYU AMINAH itu RADEN MUHAMMAD NAPIS bin PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN. .............
Pada tahun 1292 pagi ahad 2 syawal keluar dari Palembang PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH laki isteri orang orang anaknya dan satu cucu serta satu cucu keponakan bersama-sama SAID KHOLIL APANDI ALKARKUGIE ALBARDAADI, pergi menunaikan haji ikut dengan kapal "RUI".
Pada tahun 1294 subuh jum'at 5 muharram di dalam negeri Makkatul musyarrofah wafat RADEN HAJI ABDUL MUJIB bin PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH, maka di kuburkan di makla yang dekat kubur tuan SYEH KEMAS HAJI MUHAMMAD AZHARI bin KEMAS ABDULLAH bin KEMAS HAJI ACHMAD------

Dan adapun RADEN HAJI ABDUL MUJIB itu meninggali dua orang anak laki-laki yaitu:
1. RADEN MUHAMMAD AMIN
2. RADEN HAJI ALI. ---------


Pada tahun 1294 sore hari ahad 18 rabiulawal sampai ke Palembang PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH laki isteri sama dengan anak-anak dan cucu pulang dari Madinatulrasul. ------

Pada tahun 1298 pagi-pagi hari senin 6 Romadhon jam 6 di panggil oleh Residen Tubias (Belanda) kepada PADUKA PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUHAMMAD SAFIN bin Almarhum SRI PADUKA SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN serta anak-anak saudaranya di tutup di loteng kota Palembang / di Benteng.




Pada tahun 1298 malam senin 10 zulkoidah di keluarkan oleh Residen Tubias (Belanda) dari Palembang yaitu :

1. PADUKA PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUHAMMAD SAFIN bin SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN II,

2. RADEN MUHAMMAD MAHIN,

3. RADEN HAJI ABDUL SOMAD bin PENGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH.

4. RADEN MUHAMMAD ARIF

5. RADEN MUHAMMAD NAPIS bin PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN

6. RADEN AGUS MUHAMMAD ARSYAD,

7. RADEN NANANG ZAINAL ABIDIN bin Almarhum PENGERAN PRABU DIWANGSA ZEN

8. RADEN ABDUL AZIS,

9. RADEN MUNZIR,

10. RADEN HAMZAH,

11. RADEN MUHAMMAD bin Almarhum PENGERAN PRABU DIKARA MUHAMMAD YASIN

12. RADEN SYARIF ABDULLAH bin Almarhum SAID UMAR bin SAID MUHAMMAD SEGAFF

13. RADEN MUCHSIN DENCAK bin PENGERAN SURYO MENGGALO MACHDHOR

44



14. RADEN MUHD AMIN bin Almarhum PENGERAN SUTO DIRADJAH ABUBAKAR

15. RADEN ABDUL HANAN bin Almarhum PENGERAN SUTO WIJAYA USMAN

16. RADEN MUHAMMAD U'ZAIR bin PENGERAN SUTO KERAMA AKIL

17. RADEN MADUN bin PENGERAN PURBAYA ABDULRAHIM

18. RADEN ABDUL AZIS DENWANG,

19. RADEN ABDUL RACHMAN, bin Almarhum RADEN MUHAMMAD HANAPIA BIMO

20. RADEN MANSYUR ATI WANG bin Almarhum RADEN DEN

21. RADEN MUHAMMAD NAFIS bin RADEN MUHAMMAD AZIS

22. RADEN AGUAS MANGSYUR bin Almarhum RADEN HAJI MACHMUD

23. RADEN MACHDHOR bin RADEN MUHAMMAD THOHIR

24. RADEN SYAHMIE bin RADEN AGUS BASROH

25. RADEN HASAN bin RADEN ATI bin PENGERAN SURYO ABDUL ROHIM

jumlah lima likur dari pada anak cucu SRI PADUKA SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN dan yang lain-lainnya tidak disebutkan disini akan itu jumlahnya.


45



Pada tahun 1299 hari Jum'at 18 Muharam RATU ALIT serta anak cucunya dan PENGERAN PRABU MENGGALA UMAR serta anak cucunya, dan yang lain-lain keluar dari Palembang menutul ahlinya dengan ongkos Gupernemen Belanda dan ada dengan ongkos sendiri,

1. Timur Kupang
2. Makasar
3. Ambon
4. Manado
5. Ternate
6. Tandanu
7. Bandan
8. Saparua
9. Amhai
10. Beruti

Kemudian dalam tahun itu juga dalam bulan syofar PADUKA PENGERAN PRABU WIJAYA HUSIN beserta ahli-ahlinya keluar dari Palembang menutul dengan ongkos pemerintah Belanda juga.

Pada tahun 1302 hari rabo 1 Syofar jam 3 telah wafat PENGERAN SURYO KESUMO MUHAMMAD ARSAD bin Almarhum PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, maka adalah makam pekuburannya di Talang Putera Semut didalam jambangan kota Batu, baginya umur didalam dunia 82 tahun 7 hari dan 7 jam.



PENGERAN HAJI PRABU DIRATJAH ABDULLAH

Dilahirkan pada malam Jum'at 12 Romadhon 1230 H. jam 12 di dalam negeri Palembang, Ibunya NYIMAS ZUBAIDAH bergelar MASAYU RATU ULU binti KEMAS HAJI MUHAMMAD bin KEMAS AHMAD bin KEMAS ABDULLAH dan Ibu RATU ZUBAIDAH adalah NYONYA KALSUM anak KERANGGO JIPUTRO.

Adapu PENGERAN HAJI PRABU DIRATJA ABDULLAH mempunyai Isteri dan anak sebagai berikut :

I. Dari NYONYA KHODIJAH binti DAING AHMAD orang Ternate

1. RADEN AHMAD
2. RADEN MUHAMMAD MAHIN
3. RADEN NAYU CIK
4. RADEN NAYU AMINAH
5. RADEN MUHAMMAD SAIK

II. Dari NYONYA FATIMAH binti HAJI ABAS

1. RADEN MUHAMMAD AMINULLAH
2. RADEN ABDUL SOMAD
3. RADEN ABDUL HABIB
4. RADEN ABDUL MUJIB
5. RADEN HASAN
6. RADEN NAYU ZUBAIDAH
7. RADEN NAYU AISYAH
8. RADEN NAYU NUR
III. Dari NYONYA HAJJAR binti NYUNG AHMAD

1. RADEN NAYU KALSUM
2. RADEN NAYU ZAINAB


Pada tahun 1302 hari Selasa 23 Rhomadhon jam 12 wafat PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH bin SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN. maka pemakamannya di Talang Kerangga Jiputra yang dekat dengan makam RADEN HAJI SYARIF bin RADEN HAJI ABDUL HABIB bersebelahan dengan makam KEMAS HAJI ACHMAD dan sebelahnya dengan makam PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN, baginya umur didalam dunia 72 tahun 11 hari dan 12 jam, dan adalah ketika wafatnya meninggalkan 8 (delapan) orang anak, yaitu :

1. RADEN MUHAMMAD MAHIN
2. RADEN HAJI ABDUL SOMAD
3. RADEN HAJI ABDUL HABIB
4. RADEN HAJI HASAN
5. RADEN AYU KALSUM
6. RADEN AYU ZAINAB MAHANI
7. RADEN HAJI AYU ZUBAIDAH
8. RADEN HAJI AYU AISYAH

Pada tahun 1303 hari Sabtu 28 Syofar jam 3 wafat RADEN NAYU KERAMA DIWANGSA CEK BESAK binti Almarhum SRI PADUKA SULTAN SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN, maka dimakamkan di Talang Kerangga Jiputra dekat makam PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN.

Pada tahun 1304 malam Selasa 18 rejab jam 1 didalam negeri Ternate wafat Nyunya GIE KALSUM binti LETNAN TINGNIE ABDUL ROKIB dan baginya umur didalam dunia 87 tahun.

Pada tahun 1306 malam Khomis 10 Sakban nikah RADEN HAJI ABDUL HABIB bin Almarhum PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH dinegeri Singapore dengan RADEN NAYU HAJI MAIMUNAH binti RADEN HAJI ABDUL HAMID bin RADEN LIDIN bin RADEN MURIBAH bin RADEN UMAR bin RADEN HAJI MUHAMMAD SIDDIQ bin RADEN RADEN DIPATI SUBAJAYA bin PENGERAN PASARIAN bin SUHUNAN DERADJAH dan ibunya RADEN NAYU HAJI MAIMUNAH itu HAJI FATIMAH binti BABA RAILUN BETAWI.


Pada tahun 1307 malam Selasa 2 Romadhon jam 3 didalam negeri Singapore dilahirkan RADEN MUHAMMAD bin RADEN HAJI ABDUL HABIB ibunya R.A. MAIMUNAH dikampung Mesjid baru.

Pada tahun 1308 hari Kemis 11 rejeb nikah RADEN HAJI ABDUL RACHMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB dengan RADEN NAYU ROFEAH binti RADEN MUHD. MAHIN dan ibunya RADEN NAYU ROFEAH itu RADEN NAYU MASTURA binti PENGERAN PRABU DILAGO MUCHSIN bin SUHUNAN MAHMUD BADARUDDIN.

Pada tahun 1309 malam khomis 27 Rajeb dilahirkan RADEN MUCHSIN bin RADEN H. ABDUL RACHMAN ibunya RADEN MUCHSIN itu R.A. ROFEAH.

Pada tahun 1309 hari selasa 9 sakban jam 3.30 wafat RADEN H. MUHD. SAID bin PENGERAN PUTRO DINATO ALI, maka dimakamkan di Talang Kerangga Jiputra dekat kengan anaknya R.A. MALEHA, dan baginya umur dalam dunia 55 tahun 9 bulan 12 hari 1 jam.

Pada tahun 1309 malam Sabtu 20 sakban keluar dari Palembang RADEN NAYU ZAKIAH CEK KECIK, R.H. ABDUL HABIB, R.A. SYARIFAH AISYAH, R.A. MAHANI, dan RADEN MACHMUD pergi menunaikan haji ke Makkatul musyarofah ikut dengan kapal "Mimsepil" bayar tambang F25. dan satu tiga bangku dalam kamar F75.

Pada tahun 1310 hari Isnen 15 Muharam jam 7 di Mekkah wafat RADEN NAYU H. ZAKIAH CEK KECIK binti Almarhum SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN, maka dimakamkan diMakla yang tunggal satu kubur dengan R.H. ABDUL MUJIB, telah habislah saudara PENGERAN H. PRABU DIRADJAH yang seibu seayah.

Pada tahun 1310 hari Khomis 13 Jemadil akhir sampai di Palembang pulang dari Makkatul Musyarofah. R.H. ABDUL HABIB.



Pada tahun 1311 malam Khomis 13 Jemadil akhir jam 10.30 dilahirkan RADEN ACHMAD ABDUL ROHIM bin RADEN HAJI ABDUL HABIB didalam negeri Singapore ibunya RADEN ACHMAD itu RADEN HAJI MAIMUNAH/ CIK HAJI MAIMUNAH...

Tahun 1312 hari Khomis 2 Muharam jam 5 sore didalam negeri Palembang dilahirkan RADEN NAYU MALEHA binti RADEN HAJI ABDUL RACHMAN ibunya RADEN AYU ROFEAH.

Tahun 1312 malam Jum'at 15 sofar jam 4 didalam negeri Ambon wafat RADEN MUHAMMAD MAHIN bin AlmarhuM PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH, ketika wafatnya RADEN MUHAMMAD MAHIN meninggali delapan anak;

1. RADEN MUHAMMAD ALI/ ATI
2. RADEN AYU FATIMAH/CEK NING
3. RADEN NAYU MAZNAH
4. RADEN HAJI MACHMUD
5. RADEN AYU ROFEAH/AYUCIK
6. RADEN AYU KHODIJAH
7. RADEN AYU ZAINAB
8. RADEN AYU ROMLAH,

Adapun RADEN AYU KHODIJAH, RADEN AYU ZAINAB, dan RADEN AYU RAMLAH itu ibunya NYUNYA AMBON, dan ketiganya itu dilahirkan di Ambon, pada zaman bersamaan RADEN HAJI ABDUL SOMAD ke Ambon.

Pada tahun 1312 fajar rabo 8 Syawal adalah ibu kami yaitu Nyunya FATIMAH dan saudara-saudara kami yaitu ;

- RADEN HASAN laki isteri dan anak enam
- RADEN NAYU ZUBAIDAH/ CEK OTE,
- RADEN NAYU HAJI AISYAH/ CEK BUNGSU,


50



- dan anak saudara kami RADEN MUHAMMAD AMIN
- dan anak kami RADEN MUHAMMAD SAMAN
- RADEN UMAR,

jumlah 14 orang keluar dari Palembang pergi menunaikan haji ke tanah Makkatul musyarofah

Tahun 1312 malam khomis 14 syawal wafat RADEN MUHAMMAD DHIFA / CEK AMAT bin RADEN HAJI HASAN didalam negeri Singapore.


Tahun 1312 malam salasa 27 zulkhoidah sampai di Makkah PADUKA BUNDA serta yang tersebut jumlah 13 orang.

Tahun1313 hari ahad 22 muharam awal magrib didalam negeri Mekkah wafat RADEN HAJI MUHAMMAD SAMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB maka baginya dalam dunia 17 tahun 11 bulan dan 7 hari 3 jam 3/4.

Tahun 1313 hari Sabtu 6 Rabiul akhir jam 2 RADEN HAJI MUHAMMAD AMIN bin Almarhum RADEN HAJI ABDUL MUJIB, dan RADEN HAJI MUBASSYIR bin PENGERAN BUPATI HAMZAH sampai di Singapore pulang dari Mekkah.

Tahun 1313 hari selasa 6 sakban jam 7 sampai Ambon RADEN HAJI ABDUL HABIB, maka pada hari Isnen 26 sakban jam 9 keluar dari Ambon ikut kapal Jenderal LADUN, RADEN HAJI ABDUL HABIB berdua RADEN MUHAMMAD QOSIM bin RADEN HAJI ABDUL SOMAD, dan sampai di Palembang malam selasa 7 Romadhon, maka malam rabo 12 syawal keluar dari Palembang ikut kapal "Rawie" sampai di Singapore hari khomis jam 4, maka 15 syawal hari ahad RADEN QOSSYIM sakit demam, malam ahad 22 syawal jam 3.30 wafat RADEN QOSSYIM bin RADEN HAJI ABDUL SOMAD didalam negeri Singapore maka dikurkan di pekuburan SAID UMAR JUNET.




51



Tahun 1313 hari Jum'at 27 syawal RADEN HAJI ABDUL HABIB keluar dari Singapore berdua beranak RADEN USMAN, dan RADEN MUHAMMAD ARIFIN CEK LONG bin RADEN MUHAMMAD CEK AGUS CIK bin PENGERAN PRABU MENGGALO ALWI pergi menunaikan haji ikut kapal "Mim sepil". ongkos tambang F26 dan hari ahad jam 10. 21 zulkhoidah sampai dilabuan Jeddah hari selasa 23 zulkoidah jam 5 berangkat dari labuan Jeddah pergi ke Kamron dan 25 zulkoidah hari khomis sampai di Kamron jam 5 pada tanggal 30 zulkoidah hari selasa jam 12 keluar dari Kamron, hari khomis jam 10 sampai di Jeddah, pada tiga hari zulhijjah hari jumat berangkat dari Jeddah jam 4, dan pada hari ahad pagi yang ke 5 zulhijjah sampai di Mekkah, dan hari yang ke 8 hari bulan zulhijjah jam 3 berangkat dari Makkatul musyarofah, dan malam khomis 9 hari bulan zulhijjah sampai di Padang Arofah, maka uquf di Arofah hari jumat yang ke 9 hari bulan zulhijjah malam yang ke 10. An fardhu hajji wal umro RADEN MUHAMMAD QOSYIM bin RADEN HAJI ABDUL SOMAD.

Riwayat ninida RADEN HAJI ABDUL HABIB menghajikan RADEN MUHAMMAD QOSYIM.

Tahun 1313 subuh jumat 10 zulhijjah jam 4.30 didalam negeri Palembang wafat NAYU SYOBEHA binti PENGERAN MANGKU NINGRAT (isteri RADEN HAJI MUHAMMAD SAID) maka dimakamkan di pemakaman PENGERAN MANGKU NINGRAT.

Tahun 1314 hari selasa 28 robiulawal jam 1, menyunatkan RADEN USMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB, yang menyunatkan orang arab bernama MUHAMMAD SURUR.

Tahun 1314 malam selasa 6 jemadilawal jam 2.30 didalam negeri Palembang dilahirkan RADEN NAYU SOBEHA bin RADEN HAJI ABDUL RACHMAN.

Tahun 1314 hari sabtu 6 sakban jam 11 didalam negeri Singapore dilahirkan RADEN HAJI ABDUL HABIB ibunya itu RADEN HAJI MAIMUNAH.
Tahun 1315 hari selasa 6 syofar jam 4 sore didalam negeri Singapore wafat RADEN HAJI ABDUL HAMID bin RADEN LIDDIN (dikampung mesjid baru) / NININDA RADEN HAJI SYARIF.

Tahun 1315 malam rabo 29 jemadil akhir didalam negeri Palembang wafat RADEN NAYU MALEHA binti RADEN HAJI ABDUL RACHMAN.

Tahun 1316 hari Isnen 1 syofar keluar dari Makkatul musyarofah RADEN HAJI ABDUL HABIB dua beranak sama RADEN HAJI UMAR, dan RADEN HAJI HASAN delapan beranak, dan sampai di Singapore hari Khomis 1 robiulawal.

Tahun 1316 hari khomis 11 rajeb jam 3 sampai RADEN HAJI ABDUL HABIB serta anaknya RADEN HAJI UMAR di Banyuwangi, tinggal dikampung pengenjuran rumah RADEN HAJI ABDUL SOMAD.

Tahun 1316 hari jumat bakdhushola jumat 17 bulan sakban dinegeri Banyuwangi nikah RADEN HAJI UMAR bin RADEN HAJI ABDUL HABIB dengan RADEN NAYU ASYI binti RADEN HAJI ABDUL SOMAD ibunya RADEN NAYU ASIAH/ CEK yang itu RADEN NAYU ABIDAH/ CEK NING bin PENGERAN PRABU DIKARA YASIN bin S.M.BADARUDDIN dan ibunya PRABU DIKARA YASIN itu RATU ALIT.

Tahun 1316 malam sabtu 16 romadhon keluar dari Banyuwangi RADEN HAJI ABDUL HABIB ikut kapal api "Japara" sampai di Singapore hari sabtu 21 romadhon.

Tahun 1316 malam jumat 7 syawal jam 11 sampai di Palembang RADEN HAJI ABDUL HABIB dari Singapore pada malam selasa 11 syawal jam 12 keluar dari Palembang RADEN HAJI ABDUL HABIB berdua anaknya RADEN ABDUL RACHMAN, dan sampai di Singapore hari rabo 12 syawal jam 4.

Tahun 1316 hari rabo 19 syawal jam 5 sore keluar dari Singapore RADEN ABDUL RACHMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB pergi haji, bayar tambang kapal pergi/ pulang ke Jeddah seratus ringgit burung dengan kapal "Miem Sepil".

Tahun 1317 hari jumat 23 muharam sampai di Palembang RADEN HAJI UMAR dari Banyuwangi, dan pada tahun itu juga malam selasa 4 sofar sampai di Palembang CRACHMAN pulanh dari Mekkah.

Pada tahun 1317 hari isnen 14 rabiulakhir nikah RADEN NAYU ALWIYAH binti RADEN HAJI ABDUL HABIB dengan RADEN ALI bin ALMARHUM RADEN HAJI ABDUL MUJIB didalam negeri Palembang.

Tahun 1317 hari sabtu 19 robiul akhir RADEN HAJI UMAR pulang ke Banyuwangi.

Tahun 1317 hari rabo 6 jemadilakhir jam 2 dilahirkan RADEN NAYU ZAHRA binti RADEN HAJI ABDUL RACHMAN ibunya RADEN NAYU ROFEAH.

Tahun 1317 malam rabo 6 jemadil akhir jam 12.30 di Banyuwangi dilahirkan RADEN MUHAMMAD AZHARI bin RADEN HAJI UMAR ibunya RADEN NAYU ASIA.

Adapun RADEN MUHAMMAD AZHARI itu terlebih tua dari RADEN NAYU ZAHRA tiga belas jam maka tersurat hijrah RADEN NAYU ZAHRA terlebih dahulu ketika itu saya di Singapore dapat khabar dari anakda RADEN HAJI ABDUL RACHMAN, kemudian baru dari anakda RADEN HAJI UMAR, mendengar anakda UMAR dan anakda RACHMAN mendapat anak hatikupun nyaman dikaruniai Allah Malikul RACHMAN, Ya Allah lanjutkan kiranya umurnya didalam aman.

Melainkan maqul didalam diri
Sebab ke Mekkah hendak digari
Jika dilanjutkan Allah umuri
Hendak dilihat cunda ZAHRA = AZHARI.

CATATAN RADEN HAJI ABDUL HABIB.

Disusun kembali oleh : RADEN MUHAMMAD SJAFEI DIRADJA BIN RADEN HAJI ABDUL HAMID BIN RADEN SYARIF bin RADEN HAJI ABDUL HABIB bin PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDULLAH bin SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN bin SULTAN MUHAMMAD BAHAK UDDIN bin SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin SULTAN MACHMUD BADARUDDIN bin SULTAN MUHD. MANGSYUR bin SUHUNAN ABDUL RACHMAN Palembang Darussalam


RADEN HAJI ABDUL HABIB bin PANGERAN HAJI PRABU DIRADJA ABDULLAH, mempunyai anak :

1. RADEN HAJI ABDURACHMAN lahir 28 April 1874
2. RADEN HAJI UMAR lahir 17 Januari 1880
3. RADEN HAJI USMAN lahir 2 Maret 1882
4. RADEN HAJI MOHAMMAD
5. RADEN AHMAD lahir 22 Desember 1893
6. RADEN HAJI SYARIF lahir 30 Maret 1897

RADEN HAJI SYARIF bin RADEN HAJI ABDUL HABIB

Dilahirkan : di Singapore, malam Sabtu, jam 23.00 wib tanggal 6 Sa'ban 1314 H atau 30 Maret 1897.

Wafat : di Palembang, hari Sabtu, tanggal 26 Jumadil Awal 1405 H atau 16 Penbruari 1985, jam 10 30 wib dan dimakamkan di Talang Kerangga Palembang sebelah makam PANGERAN HAJI PRABU DIRADJA ABDULLAH.

RADEN HAJI SYARIF bin RADEN HAJI ABDUL HABIB dilahirkan malam Sabtu tanggal 5 Sya'ban 1314 didalam negeri Singapore, ibunya ENCIK RADEN NAYU MAIMUNAH binti RADEN HAJI ABDUL HAMID.

Pada tanggal 11 Robiul awal 1340 menikah RADEN HAJI SYARIF dengan ENCIK SOPIAH binti HAJI RAIS, maharnya tiga paon kontan dan yang menikahkannya KIYAI HAJI MUSA, pada tanggal 18 Juli 1933, wafat ENCIK SOPIAH binti HAJI RAIS di dalam negeri Palembang dan dimakamkan di Talang Kerangga.
55

Pada tanggal 11 Robiul awal 1340 menikah RADEN HAJI SYARIF dengan ENCIK SOPIAH binti HAJI RAIS, maharnya tiga paon kontan dan yang menikahkannya KIYAI HAJI MUSA, pada tanggal 18 Juli 1933, wafat ENCIK SOPIAH binti HAJI RAIS di dalam negeri Palembang dan dimakamkan di Talang Kerangga.
Dan meninggalkan anak

1. RADEN MUHAMMAD ALI, lahir 26 Oktober 1922
2. RADEN AYU MAIMUNAH, lahir 24 Oktober 1924
3. RADEN HAJI ABDUL HAMID, lahir 4 Agustus 1927
4. RADEN HADI / MUHAMMAD NUR, lahir 26 Juni 1930

Tahun 1350 menikah RADEN HAJI SYARIF dengan RADEN NAYU HALIMAH TUSA'DIAH binti RADEN MUHAMMAD YASIN, ibunya RADEN NAYU FATIMAH binti RADEN MUHAMMAD MAHIN bin PANGERAN HAJI PRABU DIRADJA ABDULLAH, dan mempunyai anak :

1. RADEN AYU SYARIFAH
2. RADEN MUHAMMAD BAHA'UDDIN
3. RADEN AYU HAJAH FATIMAH

Pada hari Sabtu tanggal 16 Jumadil awal 1405 atau tanggal 16 Pebruari 1985 jam 10.30 wib bertempat di Jl. Depaten Lama Lrg. Gayam No. 143 RT 9 - 27 Ilir Palembang, telah wafat RADEN HAJI SYARIF bin RADEN HAJI ABDUL HABIB, dan dimakamkan di Talang Kerangga Jambangan PANGERAN HAJI PRABU DIRADJA ABDULLAH, yang letaknya antara makam PANGERAN HAJI PRABU DIRADJA ABDULLAH dengan makam KEMAS HAJI AHMAD bin KEMAS ABDULLAH, dan tercatat pada waktu wafat RADEN HAJI SYARIF meninggalkan 6 orang anak, 32 orang cucu dan 14 orang buyut.


Adapun anak dari RADEN AYU MAIMUNAH binti RADEN HAJI SYARIF (bersuami RADEN HAJI ABDUL HABIB bin RADEN AHMAD) sebagai berikut :

1. RADEN MUHAMMAD NADJIB (AGUS)
2. RADEN HAJI MUHAMMAD NASIR
3. RADEN MAHMUD FAUZI
4. RADEN AHMAD
5. RADEN NAYU SOPIAH
6. RADEN NAYU HASNAH



RADEN HAJI ABDUL HAMID bin RADEN HAJI SYARIF
Isterinya RADEN AYU AMINAH binti RADEN HAJI ABDUL MUJIB AGOES

Dilahirkan : di Singapure tanggal 4 Agustus 1927.

Wafat :- Di Garut (Jawa Barat) di rumah dinas Wakil Kepala Kepolisian Resort Garut (Asrama Talun) jalan Batayudha No. 56 Garut pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 1987, jam 19.45 wib. dalam rangka pengobatan sakit kangker paru-paru
- Pada Sabtu malam setelah dimandikan dan dimasukkan dalam tempat jenazah. Jenazah dibawa dari Garut ke Jakarta dengan mobil ambulan dan dari Jakarta ke Palembang dibawa dengan pesawat udara (Garuda) yang sebelum diberangkatkan ke Palembang singgah dirumah RAR HASANUSI, Jl Danau Gelinggang, No 100 A Pejompongan Jakarta Pusat ( Sambil mengurus tiket pesawat dan tempat jenazah )

- Dimakamkan hari Minggu, tanggal 17 Mei 1987, jam 16.30 wib, di Talang Kerangga Palembang (Jambangan PANGERAN HAJI PRABU DIRADJA ABDULLAH)

57



Adapun anak dari RADEN HAJI ABDUL HAMID bin RADEN HAJI SYARIF (beristeri RADEN AYU AMINAH binti RADEN AGUS MUJIB) sebagai berikut :

1. RADEN MUHAMMAD SJAFEI DIRADJA
2. RADEN AYU MARIAM
3. RADEN AYU NURHASANAH
4. RADEN ABDURACHMAN
5. RADEN AYU FAUZAH SYAFRITA

Adapun anak dari RADEN HAJI MUHAMMAD NUR bin RADEN HAJI SYARIF (beristri RADEN AYU FATIMAH binti RADEN AHMAD) sebagai berikut :

1. RADEN AYU HAJAH NURAINI
2. RADEN AYU HUSNAH
3. RADEN AYU SOPIAH
4. RADEN MUHAMMAD FATAH YASIN
5. RADEN MUHAMMAD FIRDAUS
6. RADEN MUHAMMAD SYARIF LUKMAN
7. RADEN AYU ENDANG SUCIHATI

Adapun anak dari RADEN NAYU SARIFAH binti RADEN HAJI SYARIF (beruami RADEN ABDUL RAHMAN) sebagai berikut :

1. RADEN NAYU HAJIBAH
2. RADEN NAYU HUSNAH
3. RADEN NAYU RAHMANIA
4. RADEN NAYU AISYAH

58



Adapun anak dari RADEN MUHAMMAD BAHA'UDDIN bin RADEN HAJI SYARIF sebagai berikut :

I. Dari isterinya RADEN AYU YAYAH
1. RADEN HAJI ABDUL HADI
2. RADEN NYAYU MARIAM

II. Dari isterinya SUMITAK
3. RADEN HUSNUL YAKIN
4. RADEN NYAYU HUSNAH

Adapun anak dari RADEN NAYU HAJAH FATIMAH bin RADEN HAJI SYARIF (bersuami HAJI ABDUL MALIK THADIN) sebagai berikut :

1. FAHRUDDIN
2. FARHARUDDIN
3. FATHI
4. FAIZAH
5. FAIQOH
6. FITRIAH

Semuanya dilahirkan di Makkah (Saudi Arabia).


RADEN MUHAMMAD SJAFEI DIRADJA bin RADEN HAJI ABDUL HAMID

Dilahirkan di Jalan Depaten Baru No. 85 28 Ilir Palembang tanggal 27 Januari 1950 jam 20.00 wib atau

Menikah LETNAN DUA POLISI RADEN MUHAMMAD SJAFEI DIRADJA bin RADEN HAJI ABDUL HAMID dengan RADEN HAJAH DEWI MUSLIHAT AFFANDI pada hari Kamis malam Jumat, tanggal 6 Januari 1977 atau 16 Muharram 1397, jam 21 00, di Mekkah (Saudi Arabia), mas kawin Sebuah AL QUR'ANUL KARIM, dengan saksi-saksi adalah ABD QADIR BASALAMAH dan Drs MUSANNIF HASIBUAN (Buku Pendaftaran Nikah No 23/NTR/MK/1977 tanggal 6 Januari 1977)

Adapun anak dari RADEN MUHAMMAD SYAFEI DIRADJA bin RADEN HAJI ABDUL HAMID bin RADEN HAJI SYARIF (beristri RADEN HAJAH DEWI MUSLIHAT binti RADEN HAJI HUSEN AFFANDI) sebagai berikut :

1. RADEN AYU ULYA DIRADJA, lahir di Lima kaum, Tanah Datar (Suatera Barat) hari Kamis, tanggal 24 November 1977, jam 03.50 wib, dan meninggal di Bandung hari Senin, tanggal 23 April 1990, jam 16.15 wib, serta dimakamkan di Sumedang. (Jawa Barat)
2. RADEN AYU RATIH RANIA, lahir di Batu Sangkar, Tanah Datar( Suatera Barat ), hari Minggu, tanggal 22 April 1979, jam 03.12 wib.


3. RADEN AYU RATNA MUTIA, lahir di Palembang, (Sumatera Selatan) hari Rabu, tgl 18 Juni 1980, jam 03.20 wib.

4. RADEN MUHAMMAD FAUWAZ DIRADJA, lahir di Sumedang ( Jawa Barat ). hari Minggu, tgl 20 Desember 1981, jam 14.20 wib.

Pada hari Jum'at, tanggal 6 Agustus 1999, + jam 16.00 wib bertempat di Jl. Kigede Ing Suro, Lrg. Tanggo Tanah Darat No. Rt. - 30 Ilir Palembang Drs. RADEN MUHAMMAD SYAFEI DIRADJA, SH bin RADEN HAJI ABDUL HAMID menikahkan Saudaranya yang bernama RADEN AYU FAUZAH SYAFRITA, SE binti RADEN HAJI ABDUL HAMID dengan KEMAS AHMAD SOFYANTO bin KEMAS HASANUDDIN AHMAD. mas kawin Seperangkat Alat Sholat dengan saksi RADEN HAJI MUHAMMAD NUR bin RADEN HAJI SYARIF (datang dari Banyuwangi . Jawa Timur)

Pada hari Senin. tanggal 9 Agustus 1999. lebih kurang jam 19.00, telah wafat RADEN HAJI AHMAD KAMALUDDIN (MANGCIK DEMANG) bin RADEN HAJI USMAN di Rumah Sakit AK GANI (BENTENG) dalam usia 65 tahun dan dimakamkan hari Selasa, tanggal 10 Agustus 1999 jam 16'30 di Talang Kerangga (Jambangan PANGERAN HAJI PRABU DERATJAH ABDULAH)



PANGERAN PRABU DIWANGSA MUHAMMAD ZEN bin SULTAN SUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN

Mempunyai Putera RADEN ZAINAL ABIDIN beristri dengan RADEN NAYU HUSNA binti PANGERAN PERDANA MENTERI (KERAMA JAYA) dan mempunyai anak :

1. RADEN WANG
2. RADEN MUHAMMAD ZEN
3. RADEN AYU AMIMAH bersuami RADEN AHMAD bin RADEN HAJI ABDUL HABIB
4. RADEN NAYU NING bersuami RADEN HAJI SULAIMAN bin RADEN HUSEN (MAMA AMBON), mempunyai anak :

1). RADEN HAJI HUSEN AFANDI, beristeri dengan :

a. HAJAH FATMA SALMA (UMI) mempunyai anak :

(1). RADEN HAJAH MAIMUNAH bersuami RADEN HAJI MUHAMMAD AMIN

(2). RADEN HAJI ABDULLAH beristri HAJAH AMNAH

(3). RADEN HAJI BAKUR beristri RADEN HAJAH NAYU NISRIN

(4). RADEN HAJAH NAJAD bersuami HAJI RIDHO TOYIB

b. RADEN HAJAH FATIMAH binti RADEN SURYADI JAYA WIKARTA dan mempunyai anak :

(1). RADEN MUHAMMAD FAHIR meninggal waktu kecil

(2). RADEN HAJAH MUNIRA bersuami RADEN YUSUF SUTRIAMAN

(3). RADEN HAJI MUHAMMAD SURUR beristri RADEN MAYA
(4). RADEN HAJAH DEWI MUSLIHAT bersuami RADEN MUHAMMAD SJAFEI DIRADJA bin RADEN HAJI ABDUL HABIB, berputra :

(a). RADEN AYU ULYA DIRADJA, lahir di Lima kaum, Tanah Datar (Suatera Barat) hari Kamis, tanggal 24 November 1977, jam 03.50 wib, dan meninggal di Bandung hari Senin, tanggal 23 April 1990, jam 16.15 wib, serta dimakamkan di Sumedang (Jawa Barat).

(b). RADEN AYU RATIH RANIA, lahir di Batu Sangkar, Tanah Datar (Suatera Barat), hari Minggu, tgl 22 April 1979, jam 03.12 wib.

(c). RADEN AYU RATNA MUTIA, lahir di Palembang, (Sumatera Selatan) hari Rabu, tgl 18 Juni 1980, jam 03.20 wib.

(d). RADEN MUHAMMAD FAUWAZ DIRADJA, lahir di Sumedang (Jawa Barat). hari Minggu, tanggal 20 Desember 1981, jam 14.20 wib.
RADEN AYU RATIH RANIA setelah lulus SMA Tahun 1997 kuliah di Bandung pada Universitas Pajajaran Jurusan Akutansi.

RADEN AYU RATNA MUTIA setelah lulus SMA Tahun 1998 kuliah di Bandung pada Universitas Islam Bandung (UNISBA) jurusan Psikologi.

Pada hari Selasa tanggal 24 Agustus 1999 RADEN MUHAMMAD FAUWAZ DIRADJA setelah lulus SMA Tahun 1999 mendaftar di Fakultas Hukum pada Universitas Sriwijaya Indralayadan pada hari Sabtu tanggal 4 September 1999 jaberkumpul di UNSRI lama (Bukit Besar Palembang) dan pada Senin tanggal 6 September 1999, ka Kampus UNSRI Indralaya (dijemput oleh pak RIDUAN suami R. A. FATMAWATI, yang bekerja di UNSRI Indralaya dan menginap di rumahnya selama acara orientasi ospek).

Pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus 1999 telah tiba di Jakarta Ayahnda RADEN HAJI HUSEN AFANDI bin RADEN HAJI SULAIMAN dari MEKKAH dibawa oleh RADEN IWAN RAMIWAN bin (dalam keadaan sakit) dan di Jakarta menginap di Rumah Bibinda RADEN SAOMA bin RADEN SURYADI JAYA WIKARTA.

Pada hari Sabtu, tanggal 11 September 1999, jam 16.00 wib di Jalan Srijaya Negara No. 2042 Bukit Besar Palembang, Drs. RADEN HAJI SYARIF ANWAR, menikahkan anaknya RADEN AYU NURAINI, SE, MM (YENNI) dengan HANDRI HADI, SE bin HAJI HADI YUSUF, SH.

RADEN MUHAMMAD SAID bin RADEN HAJI ALI, beristeri ........................
mempunyai anak :
1. RADEN HAJI SARIF ANWAR
2. RADEN AYU FAUZAH ( ACIK)
3. RADEN AYU MAZNAH ( INUN )
4. RADEN AYU AMINAH ( MIN )
5. RADEN SYARIFUDIN (NANANG)
6. RADEN SYARIF ALI
7. RADEN SYARIF ABDULLAH

RADEN HAJI SARIF ANWAR bin RADEN MUHAMMAD SAID (CEK DUNG) biristeri RADEN HAJAH AYU HASNI binti RADEN HAJI AKIB, mempunyai anak :
1. RADEN HAJI MUHAMMAD SALAHUDDIN
2. RADEN MUHAMMAD SAFRUDIN
3. RADEN MUHAMMAD SAIFUDDIN
4. RADEN AYU NURAINI
5. RADEN AYU NURLAILI

65

RADEN HAJI ABDUL MUJIB bin PANGERAN HAJI PRABU DIRATJAH ABDULLAH, mempunyai anak :

1. RADEN HAJI ALI
2. RADEN MUHAMMAD AMIN


RADEN HAJI ALI bin RADEN HAJI ABDUL MUJIB, beristeri RADEN NAYU FAUZAH binti RADEN HAJI ABDUL RACHMAN, mempunyai anak :

1. RADEN HAJI ABDUL MUJIB (AGOES)
2. RADEN MUHAMMAD SAID (CEK DUNG)
3. RADEN AYU CHODIJAH

RADEN MUHAMMAD AMIN bin RADEN HAJI ABDUL MUJIB mempunyai anak :

1. RADEN NYAYU JAMALIA
2. RADEN ABDULLAH
3. RADEN AINI
4. RADEN AYU SOBEHA

RADEN HAJI ABDUL MUDJIB (AGOES) bin RADEN HAJI ALI beristeri RADEN AYU FATIMAH binti RADEN HAJI ABDULRACHMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB, mempunyai anak :

1. RADEN AYU AMINAH
2. RADEN ABDUL RACHMAN
3. RADEN ABDUL HABIB
4. RADEN AYU SOBEHA

Pada hari Jum'at, tanggal 1 januari 1949, jam 09.00 wib pagi, menikah RADEN HAJI ABDUL HAMID bin RADEN HAJI SYARIF dengan RADEN AYU AMINAH bin RADEN HAJI ABDUL MUJIB (AGOES), yang menikahkannya RADEN HAJI ALI KHOTIB, dan yang menjadi saksi antara lain adalah RADEN HAJI USMAN bin RADEN HAJI ABDUL HABIB (datang dari Banyuwangi), dengan mas kawin 250 Ringgit berhutang.

Ibunya RADEN AYU AMINAH bin RADEN HAJI ABDUL MUJIB (AGOES) adalah RADEN AYU FATIMAH (CEK IMAH) binti RADEN HAJI ABDUL RACHMAN, (dan RADEN AYU FATIMAH (CEK IMAH) dilahirkan pada hari Senin, tanggal 5 Romadhon 1327 H, jam 11 wib di Palembang), dan RADEN HAJI ABDUL RACHMAN beristeri RADEN AYU ROFEAH binti RADEN MUHAMMAD MAHIN bin PENGERAN HAJI PRABU DIRATJAH ABDULLAH.

RADEN AYU AMINAH binti RADEN HAJI ABDUL MUDJIB bin RADEN HAJI ALI, bersuami RADEN HAJI ABDUL HAMID bin RADEN HAJI SYARIF, mempunyai anak :
1. RADEN MUHAMMAD SJAFEI DIRADJA
2. RADEN AYU MARIAM
3. RADEN AYU NURHASANAH
4. RADEN ABDUL RACHMAN
5. RADEN AYU FAUZAH SYAFRITA

RADEN ABDUL RACHMAN bin RADEN ABDUL MUJIB, beristeri RADEN AYU FAUZAH binti RADEN MUHAMMAD SAID, mempunyai anak :
1. RADEN MUHAMMAD ROFARODIN
2. RADEN AYU SAFRIDA
3. RADEN MUHAMMAD BADARUDDIN
4. RADEN AYU RAHMAWATI ( TATI )
5. RADEN MUHAMMAD ZULKARNAIN


67


RADEN ABDUL HABIB bin RADEN ABDUL MUDJIB AGUS, beristri RADEN AYU HAWA binti RADEN MUHAMMAD AZHARI, mempunyai anak :

1. RADEN AYU FATIMAH ( NURUL)
2. RADEN MUHAMMAD AMIN FAHRUDDIN
3. RADEN AYU FAUZAH (YANA)
4. RADEN AYU FAUZIAH (YANI)
5. RADEN AYU FARIDA YANTI
6. RADEN MUHAMMAD SYAFRUDDIN QURAIS.




Palembang, 13 September 1999

YAYASAN KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM
KETUA UMUM



Drs. RMS. DIRADJA, SH




Dikulit luar tertulis milik


RADEN SYARIF bin RADEN HAJI ABDUL HABIB
bin PENGERAN HAJI PRABU DIRADJAH ABDUL-
LAH bin SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN
bin SULTAN MUHAMMAD BAHAK UDDIN
bin SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN
bin SULTAN MACHMUD BADARUDDIN
bin SULTAN MUHD. MANGSYUR
bin SUHUNAN ABDUL RACHMAN
Palembang Darus ---- salam


Disalin oleh RADEN ABDUL HAMID bin R.H. SAYRIF

Kampung 28 Ilir Jl. Depaten Baru No. 185

Palembang, 1 Yanuari 1987.

(R.A.HAMID DIRADJAH )




 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar